Institusion
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
Author
Rifan Nurrofi (STUDENT ID : fan.aggain@gmail.com)
M. Ridwan (LECTURER ID : )
Subject
Politik Islam
Datestamp
2020-01-15 08:39:00
Abstract :
Skripsi ini adalah hasil penelitian kepustakaan (libary research) yang berjudul tentang, ?Revolusi Dunia: Gerakan Politik Bani Abbasiyah 98-136 H/ 716-754 M?. Adapun permasalahan yang dibahas adalah 1). Apa penyebab munculnya revolusi Bani Abasiyyah Tahun 89 H/ 716 M? 2). Bagaimana proses terjadinya revolusi Bani Abasiyah 98-132H/716-750M? 3). Bagaimanakah upaya pengokohan pemerintahan Dinasti Abasiyah setelah Revolusi? Penelitian yang digunakan untuk menjawab pertanyaan di atas menggunakan pendekatan historis, langkah-langkahnya adalah heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Dan dibantu dengan teori Arnold Joseph Toynbee Chalangge and Respon dan teori faksionalisme Qabilah (kesukuan), Teori ini mengatakan bahwa kemenangan Dinasti Abbasiyah sebagai modal territorial pertama bagi pemerintahannya adalah akibat hasil dari manipulasi atas pertentangan dua suku yang terjadi pada masa Dinasti Umayyah. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa 1). Kondisi Dinasti Umayyah ketika itu dalam keadaan kacau dan dalam tubuh bani Umayyah telah terjadi banyak celah, aksi-aksi makar dari musuh-musuh Bani Umayyah semakin berambisi untuk mengganti system pemerintahan Dinasti Umayyah kepada system yang baru. 2). Revolusi Bani Abbas dilakukan secara berkoalisi antara suku Persia, Yaman, Alawiyin dan orang syi?ah. Mereka membuat propaganda dan menyusun strategi perang. Mereka merencanakan dengan cerdas dan rapi untuk melakukan perlawanan terhadap Dinasti Umayyah. 3). Upaya pengokohan Dinasti Abbasiyah setelah terjadi ledakan revolusi: pertama, Bani Abbasiyah mengangkat seorang khalifah. Kedua, Untuk mempertahankan kekuasaannya mereka menghabisi bani Umayyah, melenyapkan sekte-sekte yang menyimpang dan melenyapkan tokoh-tokoh seperti, Abu Salamah Al-Khilal, Abdullah bin Ali, Abu Muslim Al-Khurasani. Ketiga, kekhalifahan Abu Ja?far Al-Manshur menutup pengokohan pemerintahannya dengan membangun dan memindahkan ibu kota, awalnya ibu kota di Damaskus kemudian ibu kota berpindah di Baghdad.