Abstract :
Belajar matematika dituntut untuk bisa menerapkan konsep dalam pemecahan masalah sehari-hari. Pemecahan masalah dalam matematika sekolah biasanya diwujudkan melalui soal cerita. Hingga saat ini, keterampilan berpikir dalam menyelesaikan soal cerita matematika masih cukup rendah. Metode analisis kesalahan Newman merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menganalisis kesalahan penyelesaian soal cerita matematika. Metode ini mempunyai lima tahapan yaitu: (1)membaca masalah (reading), (2) memahami masalah (comprehension), (3)transformasi masalah (transformation), (4) keterampilan proses (process skill),(5) penulisan jawaban akhir (encoding). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif. Pengambilan subyek penelitian ini adalah 6 siswa kelas XI SMP Bina Bangsa Surabaya semester 1, tahun ajaran 2011/2012. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: letak kesalahan siswa dalam
(1) membaca soal, meliputi: (a) siswa mengerti konteks kalimat soal tetapi siswa tidak dapat menuliskan makna secara tepat, (b) tidak menuliskan semua makna kata
yang diminta. (2) memahami masalah, meliputi: (a) tidak menuliskan apa yang diketahui, (b) menuliskan yang diketahui tidak sesuai dengan permintaan soal, (c) menuliskan yang ditanyakan tidak sesuai dengan permintaan soal, (d) tidak menuliskan yang ditanyakan dalam soal, (e) tidak mengetahui maksud pertanyaan secara tersirat. (3) transformasi soal, yaitu tidak menuliskan metode yang akan digunakan. (4) ketrampilan proses, meliputi (a) kesalahan komputasi, (b) kesalahan konsep, (c) salah membentuk kalimat matematika, (d) tidak melanjutkan prosedur penyelesaian. (5) penulisan jawaban akhir, yaitu tidak menuliskan jawaban akhir yang sesuai dengan konteks soal. Adapun faktor penyebabnya ialah tidak bisa menyusun makna kata yang dipikirkan ke bentuk struktur gramatikalnya, tidak memahami makna yang diminta, kurang teliti, kurang bisa mengatur waktu, kurang serius
mengikuti pelajaran, kurang dapat menangkap informasi masalah yang terkandung dalam soal, lupa, kurang latihan mengerjakan soal-soal bentuk cerita, salah menangkap informasi dari guru, kurang memahami soal, kurang memahami materi.