Institusion
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
Author
Vivi Puspitasari (STUDENT ID : alfifiisabilillah@yahoo.co.id)
Muhammad Thoriqussuud (LECTURER ID : ..)
Subject
Sastra Arab
Datestamp
2020-02-19 07:40:02
Abstract :
Unsur-unsur intrinsik dalam novel ?The Girls of Riyadh? karya Rajaa Al Sanea Novel Banat Riyadh ialah sebuah Novel yang menceritakan tentang kehidupan para perempuan Riyadh yang merasa dibatasi dan terbelenggu oleh latar belakang social, kultur budaya serta adat istiadat yang dominan yang terlihat tidak mampu untuk melindungi, memperdulikan perasaan, pikiran dan hati para perempuan Riyadh. Novel ini membuka sesuatu yang dikatakan aib bagi masyarakat arab. Bagi masyarakat arab cinta, bukanlah sesuatu yang indah. Bahkan lebih layak ditakuti,di awasi dan di batasi. Novel karya Rajaa Al Sanea ini sangat menarik untuk di kaji karena di samping dari segi tema, alur, setting, tokoh nya yang mempunya empat tokoh utama yang mana hal tersebut yang membedakan dengan novel pada umumnya. gaya bahasa dan penulisannya itu sangat menarik untuk di teliti. Oleh karena itu penulis tertarik untuk menelitinya dengan menggunakan teoristrukturalisme. Teori strukturalisme yaitu teori yang di pakai untuk melihat unsure-unsur yang membangun suatu karyatersebut,tersusun dan saling berkaitan atau bisa dikena dengan pendekatan intrinsik. pada pendekatan ini berarti akan di temukan tema,tokoh,alur,setting, dan gaya bahasa karya tersebut. Dengan demikian, Penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk memaparkan dan menganalisis Unsur-unsur Intrinsik Novel Banat Riyadh karya Rajaa Al Sanea yang di Indonesia sendiri sudah diterjemahkan dengan judul?The Girls of Riyadh? yang baru diterbitkan februari 2009. Hasil dari penelitian ini didapatkan tema dari Novel Banat Al Riyadh adalah percintaan wanita-wanita Riyadh, adapun tokoh utamanya dalam novel ada 4 yakni Qamrah, Michelle, Shedim, Lumeis dengan menggambarkan 3 Setting yaitu: tempat, waktu, dan sosial. Adapun alur yang dipakai yaitu alur maju dan alur campuran dengan gaya bahasa yang tidak membosankan dan terkesan pintar dalam meramu serta menggabungkan kata-kata indah tetapi tidak sulit untuk di mengerti, sementara itu amanat dalam novel Banat Riyadh menyarankan bahwa sesungguhnya perempuan itu tidak harus berpatokan pada latar belakang sosial atau kultur budaya di riyadh karena dibelahan dunia manapun dan dalam kultur budaya apapun wanita tetap memiliki keinginan untuk di perhatikan hak-hak dan suaranya.