Institusion
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
Author
Mochamad Bagus Tri Mario Adi (STUDENT ID : muhammadbaguz55@gmail.com)
Rubaidi Rubaidi (LECTURER ID : .)
Subject
Pendidikan Islam
Datestamp
2021-08-04 08:44:39
Abstract :
Maraknya kekerasan seks di tempat umum terjadi karena pelaku tidak bisa mengontrol rangsangan dan gairah seksual. Tapi sebenarnya rangsangan ini bisa dikendalikan dengan cara-cara yang diajarkan dalam pendidikan seks. Bukan saja pendidikan seks yang disampaikan melalui sekolah, media massa, saluran komunikasi publik dan lain sebagainya, tetapi juga dari orang tua terutamanya. Untuk menyelesaikan permasalahan seks ini, maka dibutuhkan tanggung jawab dari berbagai pihak dalam pendidikan seks. Banyak tokoh Muslim yang berbicara tentang pendidikan seks ini. Penulis lebih tertarik pada satu tokoh pendidikan Islam yang terkenal yaitu Abdullah Nashih Ulwan. Oleh sebab itu penulis mengangkat judul ?Pemikiran Abdullah Nashih Ulwan Tentang Pendidikan Seks? dalam pembahasan skripsi ini. Penelitian ini mengkaji: pertama, bagaimana pendidikan seks dalam pandangan al-quran; kedua, pemikiran Abdullah Nashih Ulwan tentang pendidikan seks, yang bertujuan untuk mengetahui pendidikan seks dalam pandangan Islam, dan mengetahui pemikiran Abdullah Nashih Ulwan tentang pendidikan seks. Sedangkan penulisan skripsi ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Dan metode yang digunakan dalam menganalisis datanya adalah content Analysis (Analisis Isi) dengan pendekatan deskriptif. Metode pengumpulan data yang dipakai adalah metode dokumentasi, dengan menggunakan primer yaitu buku Tarbiyatul Aulad Fil Islam, karya Abdullah Nashih Ulwan dan Pendidikan Seks, karya Abullah Nashih Ulwan dan Hassan Hathout. Sedangkan data sekundernya adalah buku-buku lain yang relevan dengan judul skripsi ini. Berdasarkan penelitian ini, maka penulis menyimpulkan bahwa pemikiran Abdullah Nashih Ulwan tentang pendidikan seks berlandaskan al-quran dan hadits dan Abdulah Nashih Ulwan menyampaikan tujuh aspek penting dalam pemikirannya mengenai pendidikan seks, yaitu etika meminta izin, etika melihat, cara menghindarkan dari rangsangan-rangsangan seksual, mengajarkan remaja hukum-hukum syar?i berhubungan dengan usia remaja dan dewasa, pernikahan dan hubungan seks, isti?faf (menjaga kehormatan diri) bagi yang belum mampu menikah, dan menjelaskan seks kepada remaja secara terang-terangan.