Abstract :
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak alang-alang
(Imperata cylindrica), teki (Cyperus rotundus), dan babadotan (Ageratum
conyzoides) terhadap pertumbuhan dan sporulasi Colletotrichum musae.
Penelitian juga bertujuan mengetahui pengaruh ekstrak alang-alang, teki dan
babadotan terhadap keparahan penyakit antraknosa secara in vivo. Penelitian
dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian,
Universitas Lampung, dari bulan Juni sampai dengan September 2014. Percobaan
disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 (lima) perlakuan dan
6 (enam) ulangan. Lima perlakuan tersebut yaitu kontrol, iprodion 50%, esktrak
teki, babadotan, dan alang-alang. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis
dengan menggunakan sidik ragam dan kemudian dilanjutkan dengan uji BNT 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak teki, babadotan dan alang-alang
dapat menekan pertumbuhan, sporulasi C. musae secara in-vitro dan keparahan
Intan Zahara Arie
penyakit antraknosa pada buah pisang secara in-vivo. Ekstrak teki dan babadotan
lebih efektif dalam menekan pertumbuhan, sporulasi C. musae dan keparahan
penyakit antraknosa pada buah pisang. Ekstrak teki dan babadotan menunjukkan
keefektifitasan yang sebanding dengan fungisida iprodion 50% dalam menekan
keparahan penyakit antraknosa pada buah pisang.
Kata kunci: Penyakit antraknosa, Ekstrak Cyperus rotundus, Ageratum
conyzoides, dan Imperata cylindrica, Colletotrichum musae dan buah
pisang.