Abstract :
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi 15 galur F5 kedelai hasil persilangan
Wilis x B3570 yang memiliki produksi lebih tinggi dibandingkan dengan
pembanding Wilis dan B3570. Penelitian ini menggunakan benih kedelai F5
persilangan varietas Wilis x B3570 dan benih tetua Wilis dan B3570. Perlakuan
disusun dalam rancangan kelompok teracak sempurna dengan dua ulangan.
Pemisahan nilai tengah menggunakan uji Least Significant Increase pada ? 0.05.
Pada karakter umur panen, genotipe nomor 142-181-5, 142-161-2, 142-152-4, dan
142-159-1 memiliki umur panen lebih lama dibandingkan dengan Wilis. Jika
dibandingkan dengan B3570 semua nomor genotipe memiliki umur panen yang
lebih cepat. Pada karakter jumlah cabang hanya genotipe nomor 142-152-4 yang
memiliki jumlah cabang lebih banyak dibandingkan dengan Wilis, sedangkan jika
dibandingkan dengan B3570 semua nomor genotipe memiliki jumlah cabang yang
lebih sedikit. Untuk karakter jumlah polong, semua nomor genotipe memiliki
jumlah polong yang lebih sedikit dibandingkan dengan Wilis dan B3570. Seluruh
genotipe yang diuji memiliki bobot biji per tanaman yang lebih ringan
Dimas Agung Nugroho
ii
dibandingkan dengan Wilis. Jika dibandingkan dengan B3570 genotipe nomor
142-163-1, 142-130-2, 142-102-4, 142-140-1, dan 142-66-1 memiliki bobot biji
per tanaman yang lebih berat. Terdapat 10 nomor genotipe yang memiliki ratarata
bobot 100 butir yang lebih berat dibandingkan dengan Wilis, sedangkan jika
dibandingkan dengan B3570 terdapat 12 genotipe yang memiliki rata-rata bobot
100 butir yang lebih berat.
Kata kunci: Uji daya hasil, generasi F5, kedelai, genotipe harapan.