Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model
pembelajaran inkuiri terbimbing dalam meningkatkan keterampilan proses sains
dan aktivitas belajar siswa. Penelitian ini merupakan ekperimental semu dengan
desain pretes-postes kelompok non-ekuivalen. Sampel penelitian adalah siswa
kelas XI IPA
2
dan XI IPA
yang dipilih dari populasi dengan teknik purposive
3
sampling. Data penelitian ini berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data
kuantitatif diperoleh dari rata-rata nilai pretes dan postes yang dianalisis secara
statistik menggunakan uji-t pada taraf kepercayaan 5%. Data kualitatif berupa
keterampilan proses sains siswa, aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran, dan
angket tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran inkuiri
terbimbing. Data tersebut dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keterampilan proses sains siswa
adalah 79,38 dengan rata-rata peningkatan 62,93%. Peningkatan indikator
keterampilan proses sains siswa yang paling tinggi adalah keterampilan proses
siswa dalam mengobservasi (observing) yang mencapai 74,13% dengan kriteria
peningkatan tinggi, sedangkan untuk indikator keterampilan proses sains siswa
dalam menginterpretasi, memprediksi, menyimpulkan, dan mengomunikasikan
memiliki peningkatan dengan kriteria sedang. Selain itu, sebagian besar siswa
(90,32%) memberikan tanggapan positif terhadap penerapan model pembelajaran
inkuiri terbimbing. Dengan demikian, pembelajaran menggunakan model
pembelajaran inkuiri terbimbing berpengaruh dalam meningkatkan keterampilan
proses sains dan aktivitas belajar siswa.
Kata kunci : inkuiri terbimbing (guided inquiry), keterampilan proses sains,
sistem reproduksi.