Abstract :
ABSTRACT
The purpose of this research was that fisherman community was identic with
poverty and slum areas. The conditions of fisherman community in Kuala Stabas
village were that they lived under poverty lines and in slum areas.
The objective of this research was to find out and analysis meanings of clean and
dirty, and being healthy and sick, and the ways the community in Kuala Stabas
village survived. This research used qualitative method. Data were collected with
deep interview, observation, and documentation. Data were analyzed with stages
of data reduction, data presentation, and conclusion drawing.
The results showed that the clean meaning were that there were no flies, no
scattered litters, there was a family toilet, no dust inside houses, and tidiness in
arranging goods inside houses. The meanings of being healthy were that a person
was able to work and to have activities, peaceful minds to endure daily activities,
tasting sense (tongue) was able to differentiate tastes of foods. The ways to
survive for fisherman communities in Kuala Stabas were by 1) maintain good
relationships with other people like families, neighbors, working mates; 2)
exercising values and norms of religion such as praying, being patient, and being
grateful; 3) having positive thinking; and 4) hard working and saving.
Keywords: fisherman, clean and dirty, healthy and sick, poverty and slum areas
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh identiknya masyarakat nelayan dengan
kemiskinan dan kekumuhan. Kondisi masyarakat nelayan di Desa Kuala Stabas
juga hidup di bawah garis kemiskinan dan tinggal di lingkungan yang tergolong
kumuh.
Tujuan penelitian adalah mengkaji dan menganalisis makna bersih dan kotor
makna sehat dan sakit serta cara bertahan hidup masyarakat nelayan Desa Kuala
Stabas. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Data dikumpulkan
dengan cara wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Setelah data
terkumpul dilakukan analisis data melalui tahap-tahap yaitu reduksi data,
penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa makna bersih dan kotor adalah tidak
adanya lalat, tidak terdapat sampah yang berserakan, terdapat WC di rumah
masing-masing, tidak adanya debu saat rumah di bersihkan, dan rumah harus
dalam keadaan rapih atau barang-barang di letakan sebagaimana mestinya. Makna
sehat dan sakit adalah apabila seseorang dapat bekerja atau beraktivitas, apabila
kondisi tubuh kuat untuk beraktivitas atau berkeringat, pikiran tenang dapat
menjalani hari-hari penuh semangat, dan indera pengecap (lidah) bisa
membedakan rasa nikmatnya makanan. Mengenai cara bertahan hidup masyarakat
nelayan Desa Kuala Setabas adalah 1) menjalin hubungan baik orang lain seperti
keluarga, tetangga, teman kerja. 2) menjalankan norma nilai-nilai dan norma
agama seperti berdoa, bersabar, dan bersyukur. 3) berpikir positif. 4) kerja keras
dan menabung.
Kata kunci: Nelayan, Bersih dan Kotor, Sehat dan Sakit, Miskin dan Kumuh.