Abstract :
Fisika merupakan salah satu mata pelajaran yang dapat disampaikan secara multi
representasi. Namun, untuk menyampaikan materi fisika secara multi representasi
diperlukan suatu media yang tepat yaitu harus sesuai dengan sumberdaya yang
ada. Hasil observasi sarana dan prasarana di SMA Negeri 2 Punduh Pedada,
diketahui bahwa di sekolah tersebut belum memiliki fasilitas penunjang kegiatan
pembelajaran seperti laboratorium dan perpustakaan. Sedangkan hasil wawancara
dengan guru Fisika, diperoleh informasi bahwa kegiatan pembelajaran hanya
berlangsung di dalam kelas dan siswa tidak memiliki buku pelajaran sebagai
media pembelajaran. Menindaklanjuti masalah tersebut maka diperlukan suatu
media yang dapat digunakan sesuai kondisi sekolah tersebut. Salah satu media
pembelajaran yang dapat menyampaikan materi secara multi representasi namun
dapat digunakan secara mandiri oleh siswa dan tidak memerlukan media
penunjang lainnya adalah modul. Tujuan penelitian ini adalah membuat modul
pembelajaran fisika berbasis multi representasi pada materi pokok suhu dan kalor
untuk siswa kelas X SMA Negeri 2 Punduh Pedada. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (Research and
Development) yang diadaptasi dari model pengembangan media instruksional
Suyanto dan Sartinem (2009). Prosedur pengembangan modul ini meliputi:
analisis kebutuhan, identifikasi sumberdaya untuk memenuhi kebutuhan,
identifikasi spesifikasi produk yang diinginkan pengguna, pengembangan produk,
uji internal: uji kelayakan produk, uji eksternal: uji kemanfaatan produk oleh
pengguna dan tahap terakhir, produksi. Uji internal dilakukan oleh 2 orang ahli
yaitu ahli desain media pembelajaran dan ahli isi/materi. Sedangkan uji satu lawan
satu dilakukan terhadap 2 orang siswa dan uji lapangan dilakukan terhadap 38
siswa kelas X SMA Negeri 2 Punduh Pedada. Hasil uji internal diperoleh
beberapa saran perbaikan dari penguji dan setelah dilakukan perbaikan sesuai
saran-saran dari penguji, modul yang dikembangkan dinyatakan layak digunakan
sebagai media pembelajaran. Hasil uji eksternal menunjukkan bahwa kualitas
modul menarik, mudah digunakan, bermanfaat dan efektif digunakan sebagai
media pembelajaran yaitu mencapai 79,0% siswa tuntas KKM. KKM di SMA
Negeri 2 Punduh Pedada sebesar 70. Jadi, dapat disimpulkan bahwa dihasilkan
modul pembelajaran fisika berbasis multi representasi yang telah teruji dan layak
digunakan dengan kualitas: menarik, mudah digunakan, bermanfaat, dan
dinyatakan efektif digunakan sebagai media pembelajaran.
Kata kunci: modul, multi representasi dan pengembangan.