Abstract :
ABSTRAK
CITRA PEREMPUAN DALAM NOVEL IBUK
KARYA IWAN SETYAWAN DAN KELAYAKANNYA
SEBAGAI BAHAN AJAR SASTRA DI SMA
Oleh
JULIANTO
Masalah dalam penelitian ini adalah citra perempuan dalam novel Ibuk karya Iwan
Setyawan dan kelayakannya sebagai bahan ajar sastra di SMA. Penelitian ini
bertujuan untuk mendeskripsikan tokoh perempuan dalam novel Ibuk karya Iwan
Setyawan, mendeskripsikan citra tokoh perempuan (Ngatinah) sebagai ibu dan
istri dalam novel Ibuk karya Iwan Setyawan, dan mendeskripsikan kelayakan citra
perempuan dalam novel Ibuk karya Iwan Setyawan sebagai alternatif bahan ajar
sastra di SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif.
Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Ibuk karya Iwan Setyawan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa citra tokoh perempuan yang ditampilkan
dalam novel Ibuk menjadi paparan citra perempuan dalam masyarakat.
Sebagaimana telah dijelaskan bahwa tokoh Ngatinah dikategorikan berdasarkan
kedudukannya di dalam masyarakat, yakni citra perempuan sebagai ibu dan citra
perempuan sebagai istri, maka kedua kategori itulah yang selanjutnya menjadi
dasar pemaparan citra perempuan yang tersaji melalui tokoh Ngatinah dalam
novel Ibuk. Citra tokoh Ngatinah sebagai ibu adalah sosok perempuan yang sangat
penyayang. Ngatinah adalah sosok ibu yang bertanggung jawab, mandiri, dan
sangat perhatian terhadap anak-anaknya. Citra tokoh Ngatinah sebagai istri adalah
seorang istri yang sangat menghargai dan menghormati suaminya. Ngatinah
adalah sosok istri yang setia. Ngatinah adalah seorang istri yang patuh terhadap
suami. Sebagai seorang istri, Ngatinah selalu berusaha keras melakukan dan
memberikan yang terbaik untuk keluarganya. Hal tersebut yang membuat
Ngatinah menjadi seorang istri yang mandiri, namun kemandirian tersebut tidak
membuat ia mengambil alih peran sebagai kepala rumah tangga. Novel Ibuk
menyajikan cerita mengenai kedisiplinan, saling hormat menghormati, berjiwa
teguh, kasih sayang, kemandirian, yang memiliki budaya yang dekat dengan para
siswa yang cenderung membentuk kelompok-kelompok kecil dan kemudian
muncul permasalahan-permasalahan. Citra perempuan dalam novel Ibuk layak
sebagai bahan ajar di SMA, khususnya untuk mata pelajaran bahasa Indonesia
kelas XI, semester 1 dengan SK pada aspek membaca : memahami berbagai
hikayat, novel Indonesia/terjemahan, dan KD : menganalisis unsur-unsur intrinsik
dan ekstrinsik novel Indonesia/terjemahan. Selain itu pesan yang disampaikan
melalui novel Ibuk memberikan nilai pendidikan dan tinggi yang bermanfaat