Abstract :
ABSTRAK
PEMBELAJARAN TARI MELINTING MENGGUNAKAN STRATEGI
PAILKEM DI SMA NEGERI 9 BANDARLAMPUNG
Oleh
ARUM CHANDRAWATI
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana proses dan hambatanhambatan
yang terjadi selama pembelajaran tari Melinting menggunakan strategi
PAILKEM di SMA Negeri 9 Bandarlampung. Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan proses pembelajaran dan hambatan-hambatan yang terjadi
selama proses pembelajran tari Melinting menggunakan strategi PAILKEM di
SMA Negeri 9 Bandarlampung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif
kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori pembelajaran,
strategi PAILKEM, dan tari Melinting. Sumber data dalam penelitian ini adalah 14
siswa kelas XI.MIA 7. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian
ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan non tes, sebagai instrumen
panduan yaitu pengamatan proses pembelajaran siswa dan pengamatan aktivitas
guru. Proses pembelajaran tari Melinting menggunakan strategi PAILKEM
menunjukan bahwa siswa mampu untuk memeragakan ragam gerak tari Melinting
dengan baik. Kriteria baik siswa didapat berdasarkan aspek, pembelajaran aktif,
inovatif, lingkungan, kreatif, efektif, dan menarik. Pembelajaran aktif, siswa aktif
dalam bertanya, menjawab, dan berlatih mandiri. Pembelajaran inovatif, siswa
inovatif dalam mengemas materi persentasi dan membuat pola lantai.
Pembelajaran berwawasan lingkungan, siswa menggunakan ruang kelas dan aula
sebagai tempat belajar. Pembelajaran kreatif, siswa kreatif dalam mengkreasikan
ragam gerak, dan menyajikan materi. Pembelajaran efektif, siswa tepat waktu
dalam memasuki kelas, disiplin dalam pengambilan nilai, dan selalu
memperhatikan materi yang guru sampaikan. Pembelajaran menarik, hasil pola
lantai, gerak, dan materi yang dipersentasikan menarik. Hambatan-hambatan yang
terjadi selama proses pembelajaran yaitu kurang kondusifnya suasana kelas,
kurang menguasai materi, kejenuhan belajar, kesiapan belajar, diskusi dan debat,
pengulangan, timbulnya faktor lupa, ketidaksesuaian RPP dengan proses
pembelajaran, dan efikasi-diri.
ABSTRACT
THE LEARNING MELINTING DANCE BY USING PAILKEM
STRATEGY AT SMAN 9 BANDARLAMPUNG
By
ARUM CHANDRAWATI
The problem of this research is how the learning process and barriers that occur
during the learning process of Melinting dance by using PAILKEM strategy at
SMAN 9 Bandarlampung. This research was aimed to describe the learning
process and barriers that occur during the learning process of Melinting dance by
using PAILKEM strategy at SMAN 9 Bandarlampung. This research used
descriptive qualitative method. The theorie used in this research were the learning
theory, PAILKEM strategy, and Melinting dance. The data resource in this
research was 14 students of XI MIA 7. The data collecting technique used in this
research are observation, interview, documentation and nontest, as the guidance
instrument were the observation of students learning process and the observation
of teacher activities. The learning process of Melinting dance by using PAILKEM
strategy showed that students are able to demonstrate variety of Melinting dance
movements well. Criteria for the students is based on aspects, active learning,
innovative, environment, creative, effective, and attractive. Active learning,
students are active in asking, answering, and independent practice. Innovative
learning, innovative students in packaging material and make a percentage of the
floor pattern. Environmental learning, students use classrooms and halls as a place
of learning. Creative learning, creative students in the creation of range of motion,
and presenting the material. Effective learning, students are on time, dicipline on
taking score, and always pay attention to the material which delivered by the
teacher. Attractive learning results of flooring patterns, movements, and the
materials that presented are interesting. Barriers that occur during the learning
process that is less conducive classroom atmosphere, less master the material,
saturation learning, readiness to learn, discuss and debate, repitition, the
emergence of factors forget, RPP discrepancy with the learning process, and selfefficacy.