Institusion
Universitas Lampung
Author
Riandy Wibowo, 1112011308
Subject
JS Local government Municipal government
Datestamp
2015-06-30 04:52:52
Abstract :
ABSTRAK
Pelaksanaan pengadaan tanah untuk kepentingan umum sejalan dengan UU No. 5
tahun 1960 tentang peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, atas dasar tersebut
pemerintah dapat mengambil tanah masyarakat, Saat ini pengadaan tanah untuk
kepentingan umum diatur didalam Peraturan Presiden No. 71 Tahun 2012, Namun
proyek pelebaran jalan persimpangan Soekarno-Hatta (Jalan Kimaja-Jalan
Ratudibalau) yang luasnya kurang dari 1 hektar menggunakan Peraturan Badan
Kepala Pertanahan No. 3 Tahun 2007 tentang pelaksanaan pengadaan tanah untuk
kepentingan umum.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana Pelaksanaan Pengadaan
Tanah Untuk Kepentingan Pelebaran Persimpangan Jalan Soekarno Hatta di Kota
Bandar Lampung ? (2) Apa Saja Faktor Penghambat dan Dampak Pelaksanaan
Pengadaan Tanah Untuk Kepentingan Pelebaran Persimpangan Jalan Soekarno
Hatta di Kota Bandar Lampung ?
Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan pendekatan
normatif empiris dengan data yang bersumber dari data primer dan sekunder.
Hasil penelitian menunjukan (1) Pelaksanaan pengadaan tanah untuk kepentingan
pelebaran persimpangan Jalan Soekarno-Hatta di kota bandar lampung dilakukan
dengan pelepasan hak atas tanah dengan ganti kerugian secara langsung serta
dengan melalui beberapa tahapan seperti; penetapan lokasi, penyuluhan,
penentuan batas, pengumuman hasil, musyawarah penetapan harga, pemberian
ganti kerugian, pelepasan hak. (2) faktor penghambat pelaksanaan pengadaan
tanah yaitu non teknis:surat bukti kepemilikan tidak lengkap dan Teknis:proses
pengukuran lama.Dampak akibat pelaksanaan pengadaan tanah,dampak positif
yaitu mengurangi kemacetan dan dampak negatif yaitu pengerjaan proyek
pelebaran jalan yang lama.
Kata kunci: Pelaksanaan, Pelebaran Jalan, Kepentingan Umum.
ABSTRACT
The Implementation of land acquisition for public purposes in line with Law No.
5 in 1960 on the regulations Basic Agrarian, on the basis of the government can
take people's land, are currently procuring land for public purposes stipulated in
Presidential Regulation No. 71 In 2012, however intersection road widening
project Soekarno-Hatta (Kimaja street- Ratudibalau street) the extent of less than
1 hectare using the Head of Agency Regulations on Land 3 of 2007 on the
implementation of the land acquisition for public purposes.
Problems in this study were (1) How the Implementation of Land Acquisition for
Cross Roads Widening Interests Soekarno Hatta in Bandar Lampung? (2) What
are the Obstacles and Impact of the Implementation of Land Acquisition for Cross
Roads Widening Interests Soekarno Hatta in Bandar Lampung?
The method used is to use a normative approach with the empirical data derived
from primary and secondary data.
The results showed (1) The acquisition of land for the benefit of widening the
intersection of Soekarno-Hatta street airport in the town of Lampung done with
waiver of land with compensation directly as well as through several stages such
as; determining the location, extension, demarcation, the announcement of the
results, consensus pricing,awarding damages, a waiver. (2) factors inhibiting the
implementation of land acquisition that is non-technical: proof of ownership is
incomplete and Technical: old measurement process . The impact of measurement
process as a result of the implementation of land acquisition, the positive impact
of which is to reduce congestion and negative impacts that the road widening
project is long.
Keywords: Implementation, Widening of Roads, Public Interest.