Abstract :
ABSTRAK
Pariwisata merupakan sektor yang sangat potensial bagi penerimaan devisa
negara, pengembangan sektor pariwisata juga ditunjukkan sebagai salah satu
alternatif dalam pembangunan perekonomian Indonesia. Pariwisata sebagai
sektor pendukung dalam penerimaan devisa negara dapat didayagunakan dengan
meningkatkan kerjasama multi stakeholder antara pemerintah, swasta dan
masyarakat sebagai upaya pembangunan pariwisata, masing?masing aktor
tersebut memiliki peran dan fungsi. Pembangunan kepariwisataan di Lampung
Selatan ditempuh melalui peningkatan partisipasi dan pelibatan masyarakat dalam
mengelola pariwisata yang terdapat di desa wisata, untuk mengoptimalkan
pembagunan kepariwisataan yang berbasis mayarakat tersebut, Dinas Pariwisata
dan Kebudayaan Provinsi Lampung bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan
Kebudayaan Kabupaten Lampung Selatan membentuk organisasi Pokdarwis
kemudian disyahkan berdasarkan Keputusan Bupati Lampung Selatan Nomor B/
612.a/ III.16/HK/2013 tentang Penetapan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis)
dan Forum Komunkasi Kelompok Sadar Wisata (Forkom Pokdarwis) Kabupaten
Lampung Selatan. Pokdarwis memiliki peran yang sangat penting dalam
pembangunan kepariwisataan dan pemberdayaan masyarakat karena Pokdarwis
sebagai suatu organisasi swadaya masyarakat dituntut dapat meningkatkan
kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan dan pembangunan
pariwisata di desa tersebut serta mendayagunakan potensi yang dimiliki.
Efektivitas Pokdarwis dalam pembangunan kepariwisataan dapat dilihat
berdasarkan tiga indikator efektivitas organisasi yang dikemukkakan oleh Duncan
(dalam Steers,1980;53) yaitu indikator pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi.
Berdasarkan indikator tersebut menunjukkan bahwa Pokdarwis belum efektif dan
belum memberikan kontribusi yang besar dalam pembangunan pariwisata kerena
berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa Pokdarwis Desa Way Muli
belum bersifat mandiri. Kurangnya kemandirian anggota dan pengurus Pokdarwis
dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya dikarenakan kapasitas dan jumlah SDM,
kurangnya pendampingan dinas terkait dalam proses pemberdayaan masyarakat
dan Pokdarwis, sedangkan kegiatan yang berupaya meningkatkan kapasitas
Pokdarwis hanya berupa pembinaan dan penyuluhan yang belum aplikatif.
Kata kunci : pembangunan pariwisata, pembangunan pariwisata berbasis
masyarakat (CBT), pemberdayaan masyarakat, dan efektivitas
ABSTRACT
Tourism is a sector with big potential for the revenue of the country, the
development of the tourism sector is also indicated as an alternative in the
development of the Indonesian economy. Tourism as a sector in foreign exchange
income support can be utilized to enhance the multi-stakeholder co-operation
between government, private sector and society as a tourism development efforts.
The development of tourism in South Lampung reached through increased
participation and community involvement in managing tourism located in a tourist
village, to optimize development tourism-based society, the Culture and Tourism
Office of Lampung Province in collaboration with the Department of Tourism and
Culture of South Lampung regency formed organization Pokdarwis then legalized
The decision by South Lampung Regent No. B / 612.a / III.16 / HK / 2013 on the
Establishment of Travel Awareness Group (Pokdarwis) and personal
communication forum Travel Awareness Group (Forkom Pokdarwis) South
Lampung regency. Pokdarwis has a very important role in tourism development
and community empowerment as Pokdarwis as a non-governmental organization
are required to increase the awareness of the public to participate in the activities
and development of tourism in the village and tapping into its potential.
Pokdarwis effectiveness in the development of tourism can be seen based on three
indicators of organizational effectiveness by Duncan (Steers, 1980; 53) are
indicators of achievement of objectives, integration, and adaptation. Based on
these indicators show that Pokdarwis not yet effective and have not made a great
contribution in the development of tourism because they based on the results of
this research is that Pokdarwis Village Way Muli not be independent. Lack of
independence of members and administrators Pokdarwis in carrying out the
functions and duties due to the capacity and the amount of human resources, lack
of assistance related agencies in the process of community empowerment and
Pokdarwis, while activities that seek to improve the capacity Pokdarwis only a
form of guidance and counseling is not applicable.
Keywords: development of the tourism, community based tourism, community
empowerment, effectiveness organization