Abstract :
ABSTRAK
Salah satu indikator untuk menilai kesinambungan fiskal adalah dengan
melihat keadaan keseimbangan primer dalam APBN. Adanya kesenjangan yang
terjadi pada sisi penerimaan dan pengeluaran menimbulkan kondisi defisit
keseimbangan primer, hal ini beresiko mengganggu kesinambungan fiskal karena
beban bunga utang harus di tutup dengan penarikan pokok utang baru yang
mengakibatkan rasio utang terhadap produk domestik bruto meningkat. Oleh
karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pergerakan
fluktuasi keseimbangan primer hingga menyebabkan angka dalam APBN
mencapai kondisi defisit dengan mengetahui pengaruh variabel yang berkaitan
secara signifikan terhadap keseimbangan primer.
Secara empiris, data times series yang di gunakan berupa data tahunan
dimulai pada tahun 1998 ? 2014, penelitian ini menggunakan metode analisis
kuantitatif dengan menggunakan metode analisis ECM (Error Corection Model)
untuk mengetahui pengaruh dalam jangka pendek dan analisis regresi berganda
menggunakan OLS (Ordinary Least Square) untuk mengetahui pengaruh dalam
jangka panjang. Hasil estimasi menggunakan dua model ECM dan OLS semua
variabel bebas secara bersama-sama signifikan terhadap keseimbangan primer.
Secara parsial metode ECM menunjukan bahwa dalam jangka pendek variabel
penerimaan negara,pengeluaran pemerintah dan harga minyak dunia berpengaruh
signifikan terhadap keseimbangan primer sedangkan utang pemerintah, inflasi,
dan nilai tukar tidak berpengaruh signifikan terhadap keseimbangan primer.
Berdasarkan metode OLS menunjukan bahwa dalam jangka panjang penerimaan
negara,pengeluaran pemerintah, utang pemerintah, inflasi, tukar, dan harga
minyak dunia berpengaruh signifikan terhadap keseimbangan primer.
Kata Kunci : Kesinambungan Fiskal, APBN, Keseimbangan Primer, Penerimaan
Negara, Pengeluaran Pemerintah, Utang Pemerintah, Inflasi, Nilai
Tukar, Harga Minyak Dunia, ECM, OLS.
ABSTRACT
One of the indicator to measure fiscal sustainability is to see the state of primary
balance in the State Budget. Gap that oscur between income and expenditure leads
to a primary balance deficit state, this may cause an interference towards fiscal
sustainibility because debt interest burden must be covered with wirthdrawal of
new principal debt that resulting in increased of debt ratio of gross domestic
product. Thust, this research is aimed to know how the movement of primary
balance fluctuation that causing state budget reach the budget deficit by knowing
the influence of variables that significantly related to primary balance.
Empirically, times series data that is used is annual data in the years 1998? 2014.
This research using quantitative analysis methods with ECM (Error Correction
Model) to find out the influence in the short-term while using multiple regression
analysis with OLS (Ordinary Least Square) method to find out the influence in the
long term. Result of the estimation using ECM and OLS show that independent
variables are significantly affect on the primary balance. Partially ECM show that
in the short-term, variables state revenue, government expenditure, and world oil
prices significantly affect of the primary balance while government debt,
Inflation, and the rupiah exchange rate is not significantly affect of the primary
balance. Based on the OLS method, in the long-term, state revenue, government
debt, inflation, exchange rate, and world oil prices significantly affect of the
primary balance.
Key words : Fiscal Sustainability, State Budget, Primary Balance, State
Revenue, Government Spending, Govermend Debt, Inflation,
Exchange Rate,World Oil Prices, ECM, OLS.