Abstract :
Konsumsi kedelai di Indonesia terus mengalami peningkatan tetapi tidak diiringi
dengan peningkatan produksi. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi
dan kualitas kedelai adalah melalui program pemuliaan tanaman dengan
membentuk varietas unggul baru. Perakitan varietas unggul pada kedelai dapat
dilakukan melalui seleksi dalam suatu persilangan. Efektivitas seleksi
dipengaruhi oleh nilai keragaman dan heritabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk
mengestimasi besaran keragaman genetik dan fenotipe, heritabilitas dalam arti
luas, dan nilai tengah populasi serta nomor-nomor harapan karakter agronomi
kedelai generasi F3 hasil persilangan Wilis x Mlg 2521.
Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas
Lampung dari bulan Oktober 2012-Februari 2013. Benih yang digunakan adalah
benih F3 Wilis x Mlg 2521, tetua Wilis, dan tetua Mlg 2521. Penelitian ini
dilakukan dengan rancangan percobaan tanpa ulangan. Parameter yang diestimasi
Yurida Sari
adalah keragaman genetik, keragaman fenotipe, nilai tengah populasi, dan
heritabilitas dalam arti luas.
Keragaman fenotipe dan genetik yang luas ditunjukkan karakter umur berbunga,
tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah polong per tanaman, dan bobot
biji per tanaman, sedangkan pada umur panen dan bobot 100 butir memiliki nilai
keragaman yang sempit. Besaran nilai heritabilitas karakter agronomi kedelai
adalah tinggi untuk semua variabel yang diamati kecuali pada variabel umur
panen memilii nilai heritabilitas dalam arti luas yang bernilai sedang. Semakin
luas keragaman dan semakin tinggi nilai heritabilitas, maka seleksi untuk memilih
karakter unggul tertentu semakin efektif. Dengan seleksi 20% dari populasi
didapat 50 nomor genotipe harapan yang memiliki keunggulan pada karakter
bobot biji per tanaman berkisar 27,5 ? 73 g per tanaman dan bobot 100 butir
berkisar 10,4 ? 13,8 g.
Kata kunci : Famili F3 heritabilitas, kedelai, keragaman genetik