Abstract :
Pemerintah Kota Bandar Lampung mengembangkan tanaman nangka
berjenis mini sebagai tanaman peneduh jalan di jalan–jalan Kota Bandar
Lampung. Persepsi Pemerintah jalur hijau dengan tanaman bermanfaat bagi
masyarakat sehingga, tanaman nangka menjadi tanaman jalan. Aspek pokok
morfologi, fungsi ekologis, fungsi estetika dan faktor keselamatan belum
menjadi pilihan pokok kebijakan pemerintah memilih tanaman. Kesan
terhadap empat aspek pokok belum menjadi pertimbangan pemerintah.
Tipe penelitian yang digunakan yaitu deskripsi kualitatif dengan tujuan
untuk mendeskripsikan penentuan alternatif kebijakan dan dampak yang
ditimbulkan dari pemilihan pohon nangka sebagai pohon peneduh jalan bagi
masyarakat Kota Bandar Lampung. Metode pengumpulan data dengan
teknik wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan
Fitri Oki Lestari
penentuan alternatif kebijakan penanaman pohon nangka di area pembatas
menunjukkan bahwa masa perawatan menjadi lebih efisiensi dan efektif,
serta memberi manfaat ekonomi langsung pada masyarakat. Pohon nangka
memiliki permukaan daun lebih lebar dari alternatif lain sehingga, memiliki
jumlah stomata daun yang lebih banyak dalam mendukung proses
penyerapan polusi udara. Disisi lain, bentuk tajuk pohon nangka yang
rimbun dan bulat dapat menciptakan keteduhan di tengah area ruas jalan
Kota Bandar Lampung yang berdekatan dengan area terbangun. Hal
tersebut, menimbulkan dampak positif kebijakan penanaman pohon nangka
sebagai pohon peneduh jalan di Kota Bandar Lampung yaitu semakin
bertambahnya fungsi ekologis tanaman penyerap polusi udara dan
menciptakan keteduhan di area jalan.
Kata Kunci : Kebijakan Publik, Penanaman Pohon Nangka, Pohon Peneduh
Jalan, Kota Bandar Lampung
Abstrak Bahasa Inggris