Abstract :
Abstrak
abstrak inggrisPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah kinerja keuangan
pemerintah daerah Se-Provinsi Lampung dengan indicator kinerja daerah yang
diuraikan dengan Rasio kemandirian, tingkat efektivitas, dan tingkat aktivitas
keuangan pada Masing-masing Kabupaten / Kota Se-Provinsi Lampung.
Populasi dari penelitian ini adalah Pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Lampung
yang telah menyusun laporan keuangan tahun 2008 sampai dengan tahun 2013, yang
menjadi sampel dalam penelitian ini berjumlah 11 sampel. Analisis data dilakukan
dengan Paired-samples T Test. Berdasarkan hasil perhitungan rata-rata rasio
kemandirian keuangan masing-masing Kabupaten/ Kota Se-Provinsi Lampung
selama tahun penelitian 2008-2013 bila dibandingkan dengan tabel kriteria
kemandirian jatuh pada kriteria sangat kurang karena terletak pada 0-10%. Hasil
perhitungan efektivitas daerah dengan rata-rata hasil perhitungan rasio efektivitas di
Kabupaten dan Kota yang berada Provinsi Lampung mempunyai kriteria sangat
efektif. Hasil perhitungan rasio aktivitas keuangan daerah se-Provinsi Lampung
menunjukkan bahwa rata-rata rasio aktivitas Keuangan Daerah se-Provinsi Lampung
tergolong mempunyai nilai yang tinggi yaitu sebesar 99,98%. Berdasarkan peringkat
kinerja keuangan menunjukan bahwa terlihat bahwa kabupaten Pesawaran berada di
peringkat pertama dalam hal kinerja keuangan daerah, diikuti dengan Kabupaten
Lampung Timur dan Kabupaten Lampung Tengah, sedangkan ibukota provinsi
Lampung yaitu Kota Bandar Lampung berada di peringkat 5, yang menjadi juru kunci
dalam hal kinerja keuangan daerah yaitu kabupaten Tulang Bawang.
Kata kunci: kinerja keuangan daerah, Pemerintah kabupaten/kota, rasio
keuangan daerah