Abstract :
Penyakit demam berdarah dengue merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di
negara ? negara yang memilki iklim tropis, termasuk Indonesia. Penyakit DBD mempunyai
perjalanan klinis yang sangat cepat dan sering menyebabkan kematian akibat penanganan
yang terlambat. Upaya pengendalian dan pemberantasan terhadap vektor penyakit DBD telah
banyak dilakukan. Penggunaan insektisida buatan sebagai larvasida merupakan cara yang
paling umum digunakan oleh masyarakat untuk mengendalikan pertumbuhan vektor tersebut.
Namun, penggunaan insektisida buatan dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan maupun
lingkungan. Bahaya penggunaan insektisida buatan tersebut dapat diminimalisir dengan
menggunakan insektisida alami, salah satunya tanaman Kecombrang (Etlingera elatior) .
Tanaman Kecombrang memiliki kandungan senyawa aktif yaitu saponin dan flavonoid yang
memiliki potensi sebagai larvasida.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas, nilai LC50 dan LT50 ekstrak
daun Kecombrang (Etlingera elatior). Desain penelitian yang digunakan adalah
eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap.
Dibagi menjadi 6 kelompok uji yaitu ;
1. kelompok 1 ( kontrel negatif ) 0 %
2. kelompok 2 dengan konsentrasi 0,25 %
3. kelompok 3 dengan konsentrasi 0,5 %
4. kelompok 4 dengan konsentrasi 0,75 %
5. kelompok 5 dengan konsentrasi 1 %
6. kelompok 6 ( kontrol positif ) abate 1 %
Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 480 larva. Masing-masing
kelompok berisi 20 larva dalam 200 ml larutan yang berisi ekstrak ethanol daun
Kecombrang. Pengulangan dilakukan 4 kali dan diberi makanan ikan selama penelitian. Uji
yang digunakan adalah uji Kruskal- wallis (p < 0,05), uji Post-hoc Man Whitney (p < 0,05)
dan uji Probit untuk mencari nilai LC50 dan LT50.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata jumlah larva yang mati sebesar 72,50 % pada
konsentrasi 0,25 %; 80,00 % pada kosentrasi 0,5 %; 93,50 % pada konsentrasi 0,75 % dan
100 % pada konsentrasi 1 %. Berdasarkan hasil tersebut konsentrasi yang paling efektif yaitu
konsentrasi 1 % karena daya bunuhnya lebih cepat dan jumlah kematiannya sama dengan
abate 1 %. Nilai LC50 adalah 4,38 % di menit ke-20; 1,64 % menit ke-40; 1,04 % menit ke60;
0,82 % menit ke-120; 0,67 % menit ke-240; 0,56 % menit ke-480; 0,47 % di menit ke-1440;
0,27 % di menit ke-2880 dan 0,15 % pada menit ke-4320 . Nilai LT50 adalah 290,2 menit
pada konsentrasi 0,75 % dan 148,2 menit pada konsentrasi 1 %.
Kata kunci: Aedes aegypti, Kecombrang (Etlingera elatior) dan larvasida
?