Abstract :
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat COD, BOD dan TDS air laut
di perairan Teluk Lampung. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan metode
titrimetri untuk uji COD, metode winkler untuk uji BOD, dan pengukuran DHL
meter untuk uji TDS. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi COD berkisar
antara 1323,2 mg/L sampai 4631,2 mg/L. Hasil uji COD menunjukkan adanya
pengaruh kedalaman air sehingga air yg terdapat di permukaan memiliki
konsentrasi COD yang berbeda dengan air yang terdapat di kedalaman. Pada uji
BOD hasil penelitian menunjukkan konsentrasi berkisar antara 36-340 mg/L.
Semua sampel memiliki kadar BOD diatas ambang batas baku mutu air laut.
Menurut Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 51 Tahun 2004 Baku
Mutu Air Laut untuk biota laut nilai BOD yaitu 20 mg/L. Sedangkan hasil
penelitian uji TDS konsentrasi rerata berkisar antara 8760 mg/L sampai 9200
mg/L. Tingginya padatan terlarut tidak selalu diikuti dengan tingginya kekeruhan.
Hal ini sesuai dengan pengamatan yang dilakukan dengan membandingkan
konsentrasi TDS terhadap warna sampel. Pada Kawasan Way Kuripan/Pulau
Pasaran (F) warna air pada sampel hijau keruh, sedangkan pada Kawasan Pulau
Pahawang warna air lebih bening tetapi tingktat konsentrasi TDS di Kawasan
Pulau Pahawang lebih tinggi dibandingkan di Way Kuripan/Pulau Pasaran.
Kata kunci : COD, BOD, TDS, Teluk Lampung
ABSTRACT
This research aimed to analyze the level of COD, BOD, and TDS in Lampung
Bay. This analysis was conducted by using titrimetri method for COD, winkler
method for BOD, and DHL meter to TDS. The result of the research showed COD
concentration ranged from 1323.2 mg/L to 4631.2 mg/L. The result of COD
testing showed that there was influence of water depth so the water in the surface
has different COD concentration with the water in the depth. And the result of
BOD testing showed the concentration was about 36 mg/L to 340 mg/L. All
samples had BOD concentration above the threshold of sea water quality standard.
BOD value based on State Environment Minister?s decision No. 51 of 2004 about
marine water quality standards for marine biota was 20 mg/L. Meanwhile the
result of TDS testing showed the concentration was about mg/L to 9200 mg/L.
The high of TDS did not always show the high of muddiness. This matter was
appropriate with the experiment that was conducted by comparing TDS
concentration through the color of samples. The color of water at Way Kuripan/
Pulau Pasaran (F) was green sludge, whereas the color of water at Pulau Pasaran
was limpid but TDS concentration level at Pulau Pahawang was higher than
concentration of Way Kuripan/ Pulau Pasaran.
Keywords: COD, BOD, TDS, Lampung Bay