Abstract :
ABSTRAK
Disfungsi seksual pada wanita merupakan masalah kesehatan reproduksi yang
penting karena berhubungan dengan kelangsungan fungsi reproduksi seorang
wanita dan berpengaruh besar terhadap keharmonisan hubungan suami isteri.
Lebih dari separuh kaum wanita di dalam suatu negara berpotensi mengalami
gangguan fungsi seksual. Penggunaan metode kontrasepsi hormonal merupakan
salah satu faktor risiko yang dapat memengaruhi kejadian disfungsi seksual pada
penggunanya. Tujuan penelitiian ini untuk mengetahui hubungan antara
penggunaan kontrasepsi suntik dengan kejadian disfungsi seksual menurut skoring
FSFI pada akseptor kontrasepsi suntik di UPT Puskesmas II Kotabumi.
Desain penelitian menggunakan metode analitik-korelatif dengan pendekatan
cross sectional dengan teknik consequtive sampling.
Penelitian dilakukan Oktober-November 2015 dengan 176 responden. Hasil
penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara penggunaan
kontrasepsi suntik dengan kejadian disfungsi seksual dengan nilai p value= 0,000.
Kata kunci: Disfungsi Seksual, Kontrasepsi Suntik
ABSTRACT
Sexual dysfunction in women is an important reproductive health issues as its
relate to the continuity of a woman's reproductive function and influence on the
harmony of marriage. More than half of women in a country may experience
sexual dysfunction. Use of hormonal contraception method is one of the risk
factors that may affect the incidence of sexual dysfunction in user. The aim of this
study is to know the relationship between use of injected contraceptives to the
incidence of sexual dysfunction by FSFI scoring at UPT Puskesmas II in
Kotabumi.
This study is analitic correlative with the cross sectional approach with
consequtive sampling technique. The study was conducted in October-November
2015, with 176 respondents. Results of this research is there a significant
association between the use of injectable contraceptives to the incidence of sexual
dysfunction with p value = 0,000.
Keywords: Injected Contraceptives, Sexual Dysfunction