Institusion
Universitas Lampung
Author
SHOFFAN AL HAQ, (1014111059)
Subject
Budidaya . Perikanan . Angling
Datestamp
2016-02-23 07:26:32
Abstract :
ABSTRAK
SHOFFAN AL-HAQ
Sistem budidaya lele yang diaplikasikan selama ini adalah sistem autotrof
yang mempunyai keterbatasan dalam memanfaatkan limbah budidaya terutama
dalam bentuk Total Ammonia Nitrogen (TAN) baik oleh fitoplankton maupun
oleh bakteri nitrifikasi. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem yang lebih efisien
dalam memanfaatkan limbah budidaya. Sistem heterotrof adalah salah satu
aplikasi yang diharapkan mampu mengatasi permasalahan efisiensi pakan yang
rendah dengan memanfaatkan bakteri heterotrof untuk mengonversi nitrogen
anorganik menjadi nitrogen organik dalam bentuk biomassa bakteri sebagai pakan
tambahan bagi benih lele. Salah satu penerapan sistem heterotrof adalah dengan
menggunakan teknologi bioflok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup ikan lele dengan feeding rate yang
berbeda. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan sistem
rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan masing-masing
perlakuan diulang 3 kali. Perlakuan tersebut adalah (A) aplikasi sistem bioflok
dengan FR 5% (B) FR 3,75% (C) FR 2,5% (D) FR 1,25% dan (E) aplikasi sistem
bioflok tanpa pakan buatan. Penelitian dilakukan menggunakan benih lele
berukuran 5 cm dengan bobot rata-rata 1 gram. Parameter penelitian meliputi
pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan, kelangsungan hidup dan kualitas air.
Hasil penelitian menunjukan bahwa budidaya sistem bioflok dengan FR 5%
memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dengan menghasilkan benih
lele seberat 10,85 gram/ekor, laju pertumbuhan harian benih lele tertinggi pada
sistem bioflok dengan FR 5 % yaitu 0,35 gram/hari. Sedangkan kelangsungan
hidup tertinggi pada budidaya bioflok dengan FR 3,75 % yaitu 94,16 %.
Parameter kualitas air yang diukur berupa suhu, pH, DO dan ammonia
menunjukkan angka optimum untuk budidaya lele.
Kata kunci : benih lele, bioflok, feeding rate, pertumbuhan dan kelangsungan
hidup
ABSTRACT
Autotroph system that is applied on common catfish aquaculture has a limitation
on its waste management, mainly in the form of Total Ammonia Nitrogen (TAN).
Therefore we need a system that is more efficient in utilizing waste aquaculture.
Heterotrophic system is one of the applications that are expected to overcome the
problem of low feed efficiency by utilizing heterotrophic bacteria to convert
inorganic nitrogen into organic nitrogen in the form of bacterial biomass as a feed
supplement for catfish that is called as bioflock. The objectives of this research
were to analyse the growth and survival rate of catfish with different feeding rate.
This research is an experimental research. Complete Randomized Design (CRD)
was used in this research which consists of 5 treatments and each treatment was
repeated 3 times. The treatment are shown as follow; (A) application of bioflock
system with FR 5% (B) FR 3.75% (C) FR 2.5% (D) FR 1.25% and (E)
applications of bioflock system without artificial feed. The study was conducted
using 5 cm long catfish seeds with an average weight of 1 gram. The parameters
of the research include absolute growth, growth rate, survival and quality of
water. The results showed that the bioflock system with 5% of feeding rate has a
significant effect on growth by producing catfish weighing 10.85 grams on
average. The highest value of daily growth rate is bioflock system with 5% of
feeding rate with 0,35 gram/day. Meanwhile for the highest survival rate, bioflock
system with 3,75% of feeding rate with 94,16 %. The water quality parameters
measured, namely temperature, pH level, dissolved oxygen (DO), and ammonia
indicated optimum figures for catfish aquaculture.
Keywords : catfish, bioflock, feeding rate, growth and survival rate