Abstract :
ABSTRAK
Buah pare digunakan sebagai lalapan, sayuran, dan sebagai tanaman obat
tradisional. Selain itu manfaat buah pare sebagai obat tradisional untuk anti
radang dan antifertilitas. Pada buah pare terdapat beberapa senyawa yang bersifat
toksik yaitu senyawa momordikosida K dan L, yang diduga mempunyai sifat
sitotoksik. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan panjang kranium,
sternum, ekor, ekstrimitas depan dan ekstrimitas belakang fetus mencit (Mus
musculus L.) setelah pemberian ekstrak buah pare (Momordica charantia L.)
terhadap induk mencit yang sedang bunting.
Ekstrak buah pare diperoleh dengan cara maserasi menggunakan etanol
95% sebagai pelarut. Pemberian ekstrak buah pare (M. charantia L.) sebagai uji
teratogenik pada fetus mencit. Rancangan penelitian yang digunakan adalah
rancangan acak lengkap dengan analisis varian, yaitu menggunakan 20 ekor
mencit jantan dan 20 ekor mencit betina yang dibagi dalam 4 kelompok yaitu
kelompok [K], [P1], [P2], [P3]. Setiap kelompok terdiri dari 5 ekor mencit jantan
dan 5 ekor mencit betina. Semua kelompok mencit betina diberi ekstrak buah pare
secara oral dimulai hari ke -6 kebuntingan sampai hari ke17 masa kebuntingan
sehari sekali pada pagi hari dengan dosis perlakuan [P1] 22,5 mg/30 grBB, [P2] 30
mg/30 grBB, [P3] 37,5 mg/30 grBB dan aquabidest sebagai kontrol [K]. Selanjutnya
induk mencit dibedah diambil fetusnya untuk dilakukan pengukuran panjang
kranium, sternum, ekor, ekstrimitas depan dan belakang. Dari hasil analisis data
menunjukkan bahwa secara umum pemberian perlakuan ekstrak buah pare
menyebabkan penurunan rata-rata panjang kranium, sternum, ekor, ekstrimitas
depan dan ekstrimitas belakang. Hasil analisis lanjut dengan BNT pada taraf 5 %
menunjukkan bahwa pemberian dosis [P1], [P2], [P3] memberikan pengaruh yang
nyata terhadap penurunan panjang kranium, sternum, ekor, ekstrimitas depan dan
ekstrimitas belakang. Pemberian ekstrak buah pare pada mencit bunting dosis
toksik yang mampu menurunkan panjang kranium dan panjang sternum yaitu
dosis 30 mg/30 grBB, sedangkan dosis toksik untuk menurunkan panjang ekor,
ekstrimitas depan dan belakang yaitu dosis 37,5 mg/30 grBB.
Kata kunci : Momordica charantia L., Mus musculus L., teratogenik, Toksik.