Abstract :
ABSTRAK
Sawi (Brassica rapa L.) merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura yang
mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Salah satu masalah dalam
menurunnya produksi sawi adalah cekaman kekeringan yang terjadi pada musim
kemarau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi toleran asam
salisilat dan PEG 6000 yang resisten terhadap cekaman kekeringan serta untuk
mengetahui interaksi antara asam salisilat terhadap Poly Ethylene Glycol (PEG)
6000 pada kombinasi perlakuan terbaik terhadap kandungan karbohidrat terlarut
total, klorofil a, b, dan total serta indeks stomata. Penelitian ini dilaksanakan dari
bulan November 2016 sampai Januari 2017 di Laboratorium Botani (ruang
penelitian in vitro), Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam, Universitas Lampung. Rancangan penelitian ini disusun dengan pola
rancangan acak lengkap faktorial 3x3 yang terdiri dari dua faktor yaitu faktor A:
Asam Salisilat dengan 3 taraf konsentrasi yaitu 0 ppm, 70 ppm, 80 ppm dan
faktor B: PEG 6000 b/v dengan 3 taraf konsentrasi yaitu 0% , 50%, dan 60%
dengan 4 kali ulangan. Parameter yang diamati adalah karbohidrat terlarut total,
kandungan klorofil a, b, dan total serta indeks stomata. Homogenitas ragam
dilakukan dengan uji Levene kemudian dianalisis ragam pada taraf nyata 5% dan
dilanjutkan dengan analisis simple effect dan Uji BNT pada taraf nyata 5%. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi asam salisilat yang toleran untuk
seleksi planlet sawi caisim dalam kondisi cekaman kekeringan adalah 80 ppm,
konsentrasi toleran PEG 6000 yang mampu menyeleksi planlet sawi caisim yang
resisten terhadap cekaman kekeringan secara in vitro adalah 50% dan 60%.
Konsentrasi asam salisilat 80 ppm dan PEG 6000 60% meningkatkan kandungan
karbohidrat terlarut total dan indeks stomata serta konsentrasi asam salisilat 80
ppm dan PEG 6000 50% meningkatkan kandungan klorofil a,b, dan total.
Kata kunci : Brassica rapa L., Drought Stress, PEG 6000, Asam salisilat, in vitro