Abstract :
Hiperglikemia adalah salah satu indikator seseorang mengidap penyakit diabetes
mellitus yang ditandai dengan kadar gula dalam darah melebihi batas normal.
Penyakit diabetes mellitus tergolong ke dalam salah satu penyakit berbahaya yang
dapat menyebabkan penderita mengalami komplikasi penyakit lain seperti
penyakit hati dan ginjal bahkan dapat menyebabkan kematian. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui efek antihiperglikemik ekstrak etanol tumbuhan
suruhan (Peperomia pellucida [L.] Kunth) terhadap histopatologi hati mencit
jantan (Mus musculus) yang diinduksi aloksan. Penelitian ini dilakukan dengan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 25 ekor mencit jantan yang
dibagi kedalam 5 kelompok perlakuan. Kelompok K- (diinduksi aloksan 150
mg/KgBB), kelompok K+ (diinduksi aloksan 150 mg/KgBB dan glibenclamid
dengan dosis 0,65 mg/KgBB), kelompok P1 (diinduksi aloksan dengan dosis 150
mg/KgBB dan ekstrak suruhan dengan dosis 56 mg/KgBB), kelompok P2
(diinduksi aloksan dengan dosis 150 mg/KgBB dan ekstrak suruhan dengan dosis
112 mg/KgBB), dan kelompok P3 (diinduksi aloksan dengan dosis 150 mg/KgBB
dan ekstrak suruhan dengan dosis 168 mg/KgBB). Aloksan diinduksikan
sebanyak 3 kali dalam 6 hari. Glibenclamid dan ekstrak suruhan diberikan setiap
hari selama 35 hari. Hasil analisa dengan uji One Way ANOVA (p<0,05)
dilanjutkan dengan BNT pada taraf nyata 5% dan pengamatan secara deskriptif,
menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol tumbuhan suruhan efektif dalam
menurunkan kadar glukosa darah dan memperbaiki jaringan hati mencit jantan
dari kerusakan akibat induksi aloksan.
Kata kunci: Hiperglikemia, Peperomia pellucida, Suruhan, Aloksan, Hati