Abstract :
The problem of this research is the comparison of income sharing for rowdy
and fattening cattle in East Lampung. The aim of the study was to calculate the
ratio of profit-sharing for rowdy and fattening cattle breeders in Kedaton II
Village, Batanghari Nuban District. This type of research uses comparative
research and descriptive research. The population in this study were cattle
breeders consisting of fattening cattle breeders and rowdy cattle breeders in
Kedaton II Village, Batanghari Nuban District, East Lampung Regency. Data
collection techniques using observation, interviews, and documentation. The
results showed that there was a significant effect on income per farmer between
the maintenance of the fattening profit sharing system and the fattening profit
sharing system with the average income per breeder in livestock businesses
with a fattening profit sharing system, which is around IDR 7,495,800/head in
one year, and the average income per farmer with a rowdy profit-sharing
system is around IDR 6,398,000/head in one year.
Keywords : income for the results of rowdy, fattening cattle.
Masalah penelitian ini yaitu perbandingan pendapatan bagi hasil gaduh dan
penggemukan pada ternak sapi di Lampung Timur. Tujuan penelitian adalah
menghitung perbandingan pendapatan bagi hasil gaduh dan penggemukan pada
peternak sapi di Desa Kedaton II, Kecamatan Batanghari Nuban. Jenis penelitian ini
menggunakan penelitian komparatif dan penelitian deskriptif. Populasi pada
penelitian ini adalah peternak sapi yang terdiri atas peternak sapi penggemukan dan
peternak sapi gaduh di Desa Kedaton II, Kecamatan Batanghari Nuban, Kabupaten
Lampung Timur. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan pada
pendapatan per peternak antara pemeliharaan sistem bagi hasil penggemukan dan
sistem bagi hasil penggemukan dengan rata-rata pendapatan per peternak pada usaha
peternakan dengan sistem bagi hasil penggemukan, yaitu berkisar Rp7.495.800/ekor
dalam satu tahun, dan pendapatan rata-rata per peternak dengan sistem bagi hasil
gaduh berkisar Rp 6.398.000/ekor dalam satu tahun.
Kata kunci : pendapatan bagi hasil gaduh, penggemukan ternak sapi.