Abstract :
Perkembangan populasi muslim dunia dan meningkatnya jumlah
kunjungan wisatawan muslim menciptakan layanan pariwisata baru yakni
pariwisata halal. Indonesia dengan populasi muslim terbanyak di dunia dan telah
mendapatkan beberapa penghargaan dalam pariwisata halal memiliki potensi
dalam pengembangan pariwisata halal. Namun 2019-2022 Indonesia masih belum
menjadi negara tujuan utama pariwisata halal bagi wisatawan muslim dunia.
Penelitian ini menggambarkan upaya diplomasi Indonesia dalam menjadikan
negara tujuan utama pariwisata halal kelas dunia (2019-2022).
Penelitian ini menggunakan konsep diplomasi pariwisata dan pariwisata
halal untuk membantu menjelaskan diplomasi yang dilakukan Indonesia dalam
menjadikan Indonesia sebagai negara tujuan utama pariwisata halal kelas dunia
(2019-2022). Pengumpulan data dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif
dari hasil studi pustaka dan dokumentasi terkait Diplomasi Indonesia dalam
menjadikan Indonesia sebagai negara tujuan pariwisata halal kelas dunia (20192022).
Analisis
data
dilakukan
menggunakan
teknik
analisis
Miles,
Huberman,
dan
Saldana
dengan melakukan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan dari data yang diperoleh.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa diplomasi Indonesia dalam
menjadikan Indonesia sebagai negara tujuan pariwisata halal kelas dunia (20192022)
meliputi festival dan pameran, digitalisasi wisata, kebijakan terkait visa,
mengundang travel agent, influencer dan jurnalis serta melasankan kongres.
Sedangkan pengembangan produk pariwisata dilakukan dengan pengembangan
produk pariwisata halal baik dari segi dari akses, fasilitas umum, atau sarana
prasarana serta pemberdayaan masyarakat. Diplomasi tersebut melahirkan
kerjasama antar Indonesia dan 6 negara meliputi Uni Emirat Arab, Arab Saudi,
Kamboja, Thailand, Malaysia dan Belarusia dalam pariwisata halal.
Kata kunci: Diplomasi Pariwisata, Pariwisata Halal, Halal Dunia, Kerjasama
Pariwisata.
The development of the world's Muslim population and the increasing
number of Muslim tourist arrivals have given rise to a new tourism service known
as halal tourism. Indonesia, with the world's largest Muslim population and
several awards in halal tourism, holds great potential in this field. The aim of this
study is to describe Indonesia's diplomatic efforts in establishing itself as a worldclass
halal tourism destination between 2019 and 2022. The study employs the
concepts of tourism diplomacy and halal tourism to explain the diplomatic
initiatives undertaken by Indonesia during this period. This research adopts a
descriptive qualitative approach, utilizing data collection techniques such as
literature review and documentation. The data analysis technique employed is
Miles, Huberman, and Saldana, which involves condensing data, presenting data,
and drawing conclusions. The study's findings show that Indonesia's diplomacy in
making itself a world-class halal tourism destination between 2019 and 2022
includes festivals and exhibitions, travel digitalization, visa-realated policies,
inviting travel agents, influencer and journalists, and organizing congres.
Meanwhile, the development of tourism products is carried out by developing
halal tourism products both in access and community empowerment. Additionaly,
diplomacy specifically related to halal tourism has not been widely pursued, with
only 3 in 6 countries engaged in tourism.
Keywords: Tourism Diplomacy, Halal Tourism, World Halal, Tourism
Cooperation.