Abstract :
Dalam budidaya tebu masalah utama yang dihadapi adalah tingkat kompetisi
tanaman dengan gulma. Fase kritis tanaman tebu terhadap gulma berlangsung
sekitar tiga bulan. Pengendalian gulma sejak awal pertanaman tebu merupakan
upaya untuk menunjang pertumbuhan tanaman tebu. Pengaplikasian herbisida
pratumbuh merupakan salah satu cara pengendalian guna menekan tingkat
kompetisi tersebut. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui daya
kendali herbisida ametrin terhadap pertumbuhan gulma golongan daun lebar dan
rumput serta gulma dominan pada budidaya tebu lahan kering, pengaruh herbisida
ametrin terhadap pertumbuhan tanaman tebu, dan tingkat toksisitas herbisida
ametrin terhadap tanaman tebu.
Percobaan ini dilakukan di Desa Hajimena Kecamatan Natar Kabupaten Lampung
Selatan dan Laboratorium Ilmu Gulma Fakultas Pertanian Universitas Lampung
dari bulan Oktober 2012 sampai Januari 2013. Rancangan perlakuan terdiri dari
ametrin 1,5 kg/ha; ametrin 2,0 kg/ha; ametrin 2,5 kg/ha; ametrin 3,0 kg/ha;
penyiangdalam rancangan acak kelompok (RAK). Setiap perlakuan diulang empat kali.
Homogenitas ragam diuji dengan uji Bartlet dan aditivitas diuji dengan uji Tukey,
selanjutnya data dianalisis dengan sidik ragam dan perbedaan nilai tengah diuji
dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5 %.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) herbisida ametrin dosis 2,5 kg/ha mampu
menekan pertumbuhan gulma total dan daun lebar pada pertanaman tebu hingga
12 minggu setelah aplikasi (MSA), (2) pada 12 MSA perlakuan dosis 3,0 kg/ha
menghasilkan pertumbuhan tebu yang lebih baik dalam populasi dibandingkan
penyiangan mekanis, dan (3) herbisida ametrin dengan dosis 1,5 kg/ha hingga 3,0
kg/ha tidak meracuni tanaman tebu.
Kata kunci : ametrin, gulma, tebu. an mekanis; dan kontrol. Perlakuan diterapkan pada petak percobaan