Abstract :
Pengelasan gesek (friction welding) merupakan salah satu diantara pengelasan
jenis solid-state welding. Pengelasan gesek adalah proses penyambungan yang
aplikasinya meleburkan material itu sendiri dengan menggunakan panas yang
dihasilkan antara permukaan melalui kombinasi gerakan rotasi dan penerapan
beban tekan. Penggunaan paduan magnesium banyak digunakan di berbagai
bidang industri, contoh aplikasi paduan magnesium diantaranya adalah untuk
melapisi bahan dari besi dan baja sebagai sarana pelindung terhadap korosi.
Penggunaan paduan magnesium seri AZ-31B mempunyai kekuatan spesifik yang
tinggi dibandingkan dengan seri lain seperti AM.
Tujuan dari dilaksanakannya penelitian tugas akhir ini adalah untuk mengetahui
pengaruh penambahan sudut chamfer terhadap nilai kekuatan tarik dan struktur
mikro pada hasil las gesek magnesium AZ-31B. Dari penelitian ini diperoleh hasil
pada pengujian tarik yaitu dengan penambahan sudut chamfer terhadap
permukaan spesimen las akan meningkatkan nilai kekuatan tariknya. Didapatkan
nilai tegangan maksimum tertinggi yaitu pada variasi sudut chamfer 300 dengan
rata-rata sebesar 228,525 MPa dan yang memiliki nilai tegangan maksimum
terendah yaitu pada material yang tidak menggunakan variasi sudut chamfer
dengan rata-rata sebesar 105,722 MPa. Berdasarkan pengujian struktur mikro
menunjukkan perbedaan butiran fasa ?-Mg dan ?-Mg17Al12 pada setiap
daerahnya, hal ini dipengaruhi oleh panas dan juga pencairan yang dihasilkan dari
pengelasan sehingga mengubah struktur mikronya.
Kata kunci : pengelasan gesek, magnesium AZ-31B, uji visual, uji tarik, struktur
mikro