Abstract :
Kemampuan berpikir kritis di Indonesia tergolong masih rendah. Pembelajaran
yang diterapkan di sekolah belum menekankan pada kemampuan menganalisis
dan masih menerapkan teacher center. Adanya penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan pengaruh model discovery learning berbantuan sensor
smartphone (physics toolbox sensor suite) pada materi gerak harmonis sederhana
terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini merupakan
penelitian kuantitatif dengan menerapkan desain penelitian Quasi Eksperimental
jenis Non-Equivalent Control Group Design yang melibatkan 58 peserta didik
kelas X IPA SMA. Kelompok eksperimen menerapkan model Discovery Learning
berbantuan physics toolbox sensor suite sedangkan kelompok kontrol menerapkan
model Discovery Learning secara konvensional. Instrumen penelitian yang
digunakan berupa tes uraian untuk mengukur kemampuan berpikir kritis. Hasil
penelitian menunjukkan penggunaan model Discovery Learning berbantuan
physics toolbox sensor suite dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa
yang ditunjukkan pada hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji Independent
Sample T-Test diperoleh nilai Sig. sebesar 0,00 artinya terdapat perbedaan
kemampuan berpikir kritis peserta didik antara kelompok eksperimen dan
kelompok kontrol. Hasil uji Effect Size sebesar 0,74 menunjukkan bahwa model
Discovery Learning berbantuan physics toolbox sensor suite berpengaruh sedang
untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Peningkatan
kemampuan berpikir kritis paling signifikan terdapat pada indikator analisis
bernilai 0,80 dan evaluasi bernilai 0,76.
Kata kunci : Discovery Learning, Physics Toolbox Sensor Suite, Kemampuan
Berpikir Kritis, Gerak Harmonis Sederhana