Abstract :
Air panas merupakan kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari. Namun untuk
mendapatkan air panas sebagian besar menggunakan sumber energi yang tidak
dapat diperbaharui. Energi matahari dapat dijadikan sumber alternatifnya dan
digunakan PCM Parafin sebagai bahan untuk menyimpan energi kalor dari ketidak
konsistensinya intensitas cahaya matahari. Energi kalor ini diserap dan dilepaskan
dengan menggunakan alat penukar kalor berjenis pipa ganda (double pipe heat
exchanger). Penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan besar diameter pipa
bagian dalam (3/8, 5,8, dan 7/8 inchi) dan juga debit aliran airnya. Penelitian ini
bertujuan untuk mempelajari pengaruh variasi diameter pipa dan debit aliran air
pada proses pelelehan PCM parafin. Parameter yang diukur adalah temperatur
masuk dan keluar alat penukar kalor, temperatur ujung dan pangkal pipa,
temperatur parafin, dan waktu pelelehan parafin. Hasil dari penelitian menunjukkan
bahwa pada variasi diameter pipa yang lebih besar dapat meningkatkan laju
perpindahan panas serta mempercepat waktu pelelehan PCM parafin. Debit aliran
air yang lebih besar juga dapat meningkatkan nilai laju perpindahan panas yang
terjadi dan volume PCM parafin yang mencair juga semakin banyak. Waktu dan
nilai laju perpindahan terbesar untuk mencapai titik leleh parafin terdapat pada
variasi diameter pipa 7/8 inchi dengan debit aliran 12 l/min, diperoleh waktunya 9
menit 10 detik. Penelitian ini dapat membantu dalam pengembangan alat penukar
kalor yang lebih efisien dalam memanaskan air pada skala kecil hingga besar,
terutama saat malam hari dimana tidak ada cahaya matahari.
Kata kunci: pemanas air, perpindahan panas, alat penukar kalor, PCM, parafin