Abstract :
Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman kuliner khas yang
kemudian dimanfaatkan sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan nation
branding-nya, yaitu melalui gastrodiplomasi. Australia menjadi salah satu negara
tujuan pelaksanaan gastrodiplomasi Indonesia tersebut. Berbagai upaya
gastrodiplomasi yang telah dilakukan Indonesia di Australia menunjukan hasil
peningkatan nation branding yang belum optimal, khususnya pada aspek people,
export dan governance. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana
hambatan yang dihadapi pemerintah Indonesia dalam pelaksanaan gastrodiplomasi
sebagai upaya Indonesia meningkatkan nation branding di Australia tahun 20182022.
Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsep gastrodiplomasi
dan nation branding. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang
bersifat deskriptif dengan menggunakan metode pengumpulan data melalui
wawancara dan studi kepustakaan (library research). Data dalam penelitian ini
menggunakan data primer yang berasal dari hasil wawancara dan data sekunder
yang berasal dari jurnal ilmiah, laporan resmi, media sosial, dan situs-situs resmi
pemerintah Indonesia.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan hambatan tersebut diantaranya adalah
kebijakan penutupan border dan national lockdown pada masa pandemi Covid-19
oleh pemerintah Australia, hambatan non-tarif, jumlah restoran Indonesia di
Australia yang masih sedikit, dan belum adanya kebijakan dan roadmap
gastrodiplomasi yang komprehensif. Pemerintah Indonesia juga telah melakukan
beberapa upaya untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut seperti pembentukan
program ISUTW, penyelenggaraan Business Roadshow, promosi melalui youtube
dan kembali mengadakan resepsi diplomatik.
Kata Kunci: Hambatan, Gastrodiplomasi, Nation Branding, Indonesia, Australia
Indonesia is a country with distinctive culinary diversity which then used to
enhance its nation branding, namely through gastrodiplomacy. Australia is one of
the destination countries for implementing Indonesian gastrodiplomacy. Various
gastrodiplomacy efforts that have been carried out by Indonesia in Australia show
that the results of increasing nation branding have not been optimal, especially in
the aspect of people, export and governance. This study aims to describe the
obstacles faced by the Indonesian government in implementing gastrodiplomacy as
Indonesia's efforts to improve nation branding in Australia in 2018-2022. The
concept used in this study is the concept of gastrodiplomacy and nation branding.
This study uses a type of qualitative research that is descriptive by using data
collection methods through interviews and library research. The data in this study
uses primary data that comes from interviews and secondary data that comes from
scientific journals, official reports, social media, and official websites of the
Indonesian government. The results of this research show that the obstacles are the
policy of closing border and national lockdown during the Covid-19 pandemic by
the Australian government, non-tariff barriers, the small number of Indonesian
restaurants in Australia, and the absence of a comprehensive gastrodiplomacy
policy and roadmap. The Indonesian government has also made various efforts to
overcome these obstacles, such as establishing the ISUTW program, holding
Business Roadshows, promoting via Youtube, and holding diplomatic receptions
again.
Key Word: Obstacles, Gastrodiplomacy, Nation Branding, Indonesia, Australia