Abstract :
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan sekaligus
menganalisis upaya diplomasi air yang dilakukan oleh Mesir dalam merespon
pembangunan GERD di Ethiopia. Celah penelitian (research gap) dalam
penelitian ini berfokus pada langkah-langkah diplomasi air yang dilakukan oleh
Mesir yang tidak hanya bersifat preventif semata namun juga menekankan upaya
represif guna mencapai tujuan integratif dari diplomasi air tersebut.
Penelitian ini merupakan penelitian dekriptif kualitatif di mana teknik
pengumpulan datanya dilaksanakan melalui studi kepustakaan dan studi
dokumentasi dengan menggunakan data sekunder. Adapun teknik analisis data
yang digunakan dalam penelitian ini ialah analisis data kualitatif yang dilakukan
secara interaktif dan melewati tiga tahapan dalam pelaksanaannya yaitu
kondensasi data, penyajian data, dan verifikasi data. Verifikasi atau validasi data
dilakukan melalui metode triangulasi data yang mengacu pada validasi data dari
berbagai sumber dalam format dan waktu yang berbeda-beda, sehingga data yang
diperoleh selama proses penelitian dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Mesir telah melaksanakan
upaya diplomasi air secara bilateral dan multilateral. Diplomasi air bilateral telah
terjalin dengan Sudan melalui Perjanjian Air 1929 dan 1959, sedangkan diplomasi
air bilateral dengan Ethiopia ditunjukkan melalui keterlibatan kedua negara dalam
NBI pada tahun 1999 dan diskusi mengenai pengisian waduk dan pengoperasian
GERD pada tahun 2014. Adapun diplomasi air multilateral ditunjukkan dengan
keterlibatan Mesir dalam DoP, sebuah perjanjian tripartit antara Mesir, Sudan dan
Ethiopia mengenai GERD yang juga menjadi fokus dari penelitian ini.
Kata kunci: Diplomasi Air, Mesir, GERD, Ethiopia.
This research was conducted with the aim of describing and analyzing the
water diplomacy efforts made by Egypt in response to the construction of the
GERD in Ethiopia. The research gap in this study focuses on the water diplomacy
measures taken by Egypt which are not only preventive but also emphasize
repressive efforts to achieve the integrative goals of water diplomacy. This
research is a qualitative descriptive research in which the data collection technique
is carried out through literature studies and documentation studies using
secondary data. The data analysis technique used in this research is qualitative
data analysis which is carried out interactively and goes through three stages in its
implementation, namely data condensation, data presentation, and data
verification. Data verification or validation is carried out through the data
triangulation method which refers to the validation of data from various sources in
different formats and times, so that the data obtained during the research process
can be accounted for its validity. The result of this research shows that Egypt has
implemented bilateral and multilateral water diplomacy efforts. Bilateral water
diplomacy has been established with Sudan through the 1929 and 1959 Water
Treaties, while bilateral water diplomacy with Ethiopia is demonstrated through
the two countries? involvement in the NBI in 1999 and discussions on reservoir
filling and GERD operations in 2014. Multilateral water diplomacy is
demonstrated by Egypt?s involvement in the DoP, a tripartite agreement between
Egypt, Sudan and Ethiopia on GERD which is also the focus of this study.
Keywords: Water Diplomacy, Egypt, GERD, Ethiopia.