Abstract :
Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya fenomena infeksi yang disebabkan
bakteri yang resisten terhadap berbagai antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk
memperoleh senyawa bioaktif yang berasal dari fungi endofit mangrove yang
berpotensi sebagai antibakteri. Isolat fungi dari endofit mangrove diuji aktivitas
antibakteri menggunakan metode difusi agar ring dan analisis karakteristik senyawa
menggunakan LC-MS/MS dan FTIR. Fungi endofit mangrove diremajakan
menggunakan media agar koloid kitin hingga mendapatkan isolat murni. Isolat
dikultivasi menggunakan metode OSMAC dengan 3 media berupa kulit udang,
beras, dan kentang. Kultur diekstraksi menggunakan etil asetat. Ekstrak kasar
diuji bioaktivitasnya sebagai antibakteri terhadap bakteri patogen S.aureus dan
P.aeruginosa. Ektrak kasar isolat potensial diuji bioautografi kontak. Fraksinasi
dilakukan menggunakan kromatografi kolom dan diuji aktivitas antibakterinya
dengan bioautografi overlay. Fraksi aktif selanjutnya dikarakterisasi menggunakan
LC-MS/MS dan FTIR. Sebanyak 6 isolat fungi endofit yang telah diremajakan
terindikasi genus Aspergillus dan Acremonium. Skrining antibakteri dari keenam
isolat menunjukkan isolat 21BC3-LRB memiliki daya hambat yang paling besar
terhadap S.aureus dan isolat 21BC2-LRKU terhadap P.aeruginosa. Karakteristik
senyawa yang dihasilkan fraksi 21BC2-LRKU1 menunjukan adanya senyawa
alkaloid dengan struktur dasar pirolidin dan terdapat beberapa gugus fungsi antara
lain gugus C ? H, gugus C=O, gugus N ? H, dan gugus C ? N tersier.
Kata kunci : Fungi endofit mangrove, kitin, antibakteri