Abstract :
Pembangunan berkelanjutan kawasan perkotaan sangat bergantung pada sistem
transportasi publik yang efisien dan mudah diakses. Dalam konteks Bandar
Lampung, Indonesia, penelitian ini mengeksplorasi model pembiayaan optimal
untuk infrastruktur transportasi publik guna memenuhi kebutuhan yang terus
bertumbuh di kota ini. Studi ini menggunakan Metode Proses Hierarki Analitik
(PHA) untuk memberikan prioritas pada empat kriteria utama: efektivitas biaya,
keberlanjutan keuangan, akuntabilitas, dan transparansi. Selain itu, terdapat empat
alternatif pembiayaan: pembiayaan sektor publik, pembiayaan sektor privat,
pembiayaan iklim, dan subsidi silang. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa
transparansi muncul sebagai kriteria dengan prioritas tertinggi, diikuti oleh
keberlanjutan keuangan dan akuntabilitas, sementara efektivitas biaya menempati
peringkat terendah. Perlu dicatat bahwa model Pembiayaan Sektor Publik
mendapatkan prioritas tertinggi di antara alternatif pembiayaan. Hasil ini memiliki
implikasi bagi para pengambil kebijakan dan perencana perkotaan di Bandar
Lampung. Penelitian ini menyarankan untuk memberikan prioritas pada
transparansi dalam proses pengambilan keputusan dan mengeksplorasi mekanisme
pembiayaan dengan pembiayaan sektor publik dapat mengarah pada sistem
transportasi publik yang lebih berkelanjutan. Selain itu, studi ini menekankan
pentingnya perencanaan keuangan yang seimbang untuk memastikan
keberlangsungan infrastruktur transportasi publik dalam jangka panjang. Penelitian
ini memberikan wawasan dalam bidang transportasi publik dan menyajikan
pendekatan berbasis data untuk membimbing keputusan yang terinformasi dalam
model pembiayaan transportasi publik. Penelitian ini juga memberikan kerangka
kerja bagi kota-kota yang menghadapi tantangan serupa dalam mengembangkan
sistem transportasi yang berkelanjutan dan mudah diakses.
Kata Kunci: Model Pembiayaan, Metode AHP, Transparansi, Sektor Publik