Abstract :
Tanah Ultisol memiliki permasalahan bahan organik tanah dan unsur hara rendah
sehingga membuat kesuburan tanah menjadi rendah. Tinggi atau rendahnya
populasi dan biomassa cacing tanah menjadi salah satu indikator tingkat
kesuburan suatu tanah. Upaya untuk meningkatkan kesuburan tanah dapat
dilakukan dengan cara pemberian biochar dan kotoran ayam. Penelitian ini
bertujuan untuk mempelajari pengaruh aplikasi biochar dan kotoran ayam
terhadap populasi dan biomassa cacing tanah dan mempelajari korelasi antara
populasi dan biomassa cacing tanah dengan suhu tanah, C-organik tanah, kadar air
tanah, pH tanah, dan komponen produksi tanaman jagung. Metode penelitian ini
menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 4
kelompok dan 4 perlakuan yaitu, B0 = kontrol, B1 = biochar 5 ton ha-1 , B2 =
kotoran ayam 5 ton ha-1 , dan B3 = biochar 5 ton ha-1 + kotoran ayam 5 ton ha-1.
Data dianalisis dengan analisis ragam, dilanjutkan dengan uji BNT 5% dan
menggunakan diagram boxplot untuk melihat sebaran data populasi dan biomassa
cacing tanah, serta dilakukan uji korelasi antara populasi dan biomassa cacing
tanah dengan variabel pendukung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
aplikasi biochar dan kotoran ayam tidak berpengaruh nyata terhadap populasi dan
biomassa cacing tanah pada seluruh waktu pengamatan. Terdapat korelasi negatif
antara kadar air tanah dengan populasi cacing tanah dan suhu tanah dengan
biomassa cacing tanah. Terdapat korelasi positif antara pH tanah dengan populasi
dan biomassa cacing tanah, namun tidak terdapat korelasi antara populasi dan
biomassa cacing tanah dengan komponen produksi tanaman jagung. Hasil
menunjukkan bahwa jenis cacing yang ditemukan pada lahan penelitian terdiri
dari dua famili, yaitu Megascolecidae dan Glossoscolecidae.
Kata kunci : biochar, cacing tanah, jagung, kotoran ayam.