Abstract :
Tradisi merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat karena
melaksanakan tradisi berarti melaksanakan proses sosialisasi antar generasi. Salah
satu tradisi yang masih dilaksanakan oleh masyarakat Jawa baik yang di Pulau
Jawa maupun yang sudah berdomisili di luar Pulau Jawa adalah tradisi suroan.
Tradisi suroan merupakan upacara tradisional Jawa dalam menyambut tahun baru
Jawa yang merupakan asimilasi budaya dari budaya Jawa dan budaya Islam yang
dilakukan oleh Sultan Agung. Penduduk di desa Rukti Harjo mayoritas adalah
masyarakat Jawa. Masyarakat Kampung Rukti Harjo merayakanya dengan bentuk
kegiatan yang dilaksanakan setiap tahunnya dengan kegiatan yang terpuji dan
khidmat. Tradisi suroan yang bertujuan untuk meminta rejeki di tahun berikutnya
dan rasa syukur dari hasil panen tahun sebelumnya dan yang paling utama adalah
untuk bersih Kampung dari segala macam mara bahaya.
Pelaksaannya pada masyarakat Rukti Harjo yang melaksanakan tradisi suroan ini
diawali dengan musyawarah warga, pelaksanaan tradisi suroan dan penutup.
Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah
?bagaimanakah implikasi motif ekonomi, politik dan keagamaan dalam
pelaksanaan tradisi suroan pada masyarakat Kampung Rukti Harjo Kecamatan
Seputih Raman?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
deskriptif. Teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi
partisipasi, dokumentasi dan wawancara. Sedangkan teknik analisis datanya
menggunakan teknik analisis data kualitatif.
Hasil dari analisis data dalam skripsi ini menunjukkan bahwa tata cara
pelaksanaan tradisi suroan di Kampung Rukti Harjo beranekaragam,
keberagaman ini akibat dari implikasi motif ekomomi, politik dan keagamaan
yang mempengaruhi pelaksanaannya. Walaupun ada berbedaan akan tetapi tidak
menghilangkan tujuan dan makna dari pelaksanaan tradisi suroan yang rutin
dilakukan oleh masyarakat Jawa di Kampung Rukti Harjo.