Abstract :
Partisipasi masyarakat bukan hanya melibatkan masyarakat dalam
pembuatan keputusan di setiap program pembangunan, namun masyarakat juga
dilibatkan dalam mengidentifikasi masalah dan pontesi yang ada di masyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Partisipasi Masyarakat dalam
Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Terbanggi Subing
Kecamatan Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian ini di analisis
menggunakan teori dari uphoff dan cohen yaitu terdapat 4 ruang lingkup
partisipasi dalam pelaksaaan suatu program: partisipasi dalam pengambilan
keputusan, pelaksanaan, pengambilan manfaat dan evaluasi. Metode yang di
gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik
pengumpulan data yaitu melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil
penelitian menunjukan bahwa pada indikator Partisipasi masyarakat dalam
pengambilan keputusan yaitu masyarakat Desa Terbannggi Subing mampu
berkontribusi dengan baik dan antusias dalam menyampaikan pendapatnya
diforum musyawarah melalui perwakilan dari rt atau rw setempat, meskipun ada
sedikit masyarakat yang kurang aktif dalam mengikuti rapat atau musyawarah
desa, dalam proses pelaksanaan APBDes, masyarakat Desa Terbanggi Subing
berkontribusi dengan tenaga, meskipun ada yang bersikap cuek karena
mengganggap sudah banyak yang membantu dan tidak adanya pemberitahukan
dalam pelaksanaan seperti perbaikan jalan. Partisipasi dalam pengambilan
manfaat masyarakat dapat merasakan jalan lintas yang tidak berlobang dan
membuat masyarakat nyaman akan perubahan yang terjadi. Pemerintah Desa
Terbanggi Subing sendiri belum mengadakan musyawarah atau forum untuk
evaluasi program dari Anggaran Pendapatan Belanja Desa yang melibatkan
masyarakat desa.
Kata Kunci : Partisipasi, Partisipasi masyarakat, Pengelolaan APBDes.
Community participation not only involves the community in making
decisions in every development program, but the community is also involved in
identifying problems and potentials that exist in the community. This research
aims to determine community participation in the preparation of the Terbanggi
Subing Village Revenue and Expenditure Budget (APBDes), Gunung Sugih
District, Central Lampung Regency. This research was analyzed using the theory
of Uphoff and Cohen, namely that there are 4 scopes of participation in
implementing a program: participation in decision making, implementation,
benefit taking and evaluation. The method used in this research is descriptive
qualitative, with data collection techniques namely through interviews,
observation and documentation. The results of the research show that in terms of
indicators of community participation in decision making, the people of
Terbanggi Subing Village are able to contribute well and enthusiastically in
conveying their opinions in deliberation forums through representatives from the
local RT or RW, although there are a few people who are less active in
participating in village meetings or deliberations. In the process of implementing
the APBDes, the people of Terbanggi Subing Village contributed their energy,
although some were indifferent because they thought that many people had
helped and there was no notification regarding implementation such as road
repairs. Participation in taking community benefits can provide a sense of a path
that is not full of holes and make people comfortable with the changes that are
occurring. The Terbanggi Subing Village Government itself has not yet held a
deliberation or forum to evaluate programs from the Village Revenue and
Expenditure Budget involving village communities...
Keywords: Participation, Community participation, APBDes Management.