Abstract :
Populasi dan keanekaragaman FMA di dalam tanah sangat bervariasi yang
dipengaruhi oleh faktor biotik dan abiotik. Kabupaten Lampung Barat merupakan
sentra produksi lada polikultur dan monokultur sehingga memiliki faktor biotik
dan abiotik yang berbeda. Perbedaan faktor biotik dan abiotik mempengaruhi
keragaman FMA di lahan pertanaman lada di Kabupaten Lampung Barat.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui perbedaan populasi FMA Indigenos
pada rizosfer tanaman lada yang ditanam secara monokultur dan polikultur, (2)
mengetahui perbedaan keragaman FMA Indigenos pada rizosfer tanaman lada
yang ditanam secara monokultur dan polikultur, (3) mengetahui jenis FMA
Indigenos yang dominan pada pada rizosfer tanaman lada yang ditanam secara
monokultur dan polikultur. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca dan
Laboratorium Produksi Perkebunan Fakultas Pertanian Universitas Lampung
sejak bulan November 2022 sampai dengan Mei 2023. Penelitian ini terdiri atas
dua metode, pada metode pertama sampel tanah diambil di kebun lada polikultur
dan monokultur. Populasi FMA yang diperoleh diuji dengan menggunakan uji T.
Metode yang kedua yaitu kultur traping, rancangan perlakuan yang digunakan
adalah faktorial (2x3) dengan faktor pertama asal sampel tanah (K): Sampel tanah
dari kebun polikultur (k1) dan monokultur (k2) dan faktor kedua (T) adalah jenis
tanaman inang yang terdiri dari jagung (t1), sorgum (t2), dan P. javanica (t3),
dengan setiap perlakuan diulang sebanyak 8 kali. Perlakuan diterapkan pada
satuan percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Data yang
dihasilkan akan diuji homogenitasnya dengan Uji Bartlett, selanjutnya dianalisis
dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan Uji BNT pada taraf 5%. Hasil
penelitian menunjukkan (1) populasi FMA pada sampel tanah rizosfer kebun
polikultur lebih tinggi dibandingkan dengan populasi FMA pada sampel tanah
rizosfer kebun monokultur, (2) keragaman FMA hasil kultur traping dengan
sampel tanah rizosfer lada kebun polikultur dan monokultur memiliki keragaman
yang rendah, (3) jenis FMA yang dominan hasil kultur traping dengan sampel
tanah kebun polikultur dan monokultur yaitu jenis S9.
Kata kunci: fungi mikoriza arbuskular, keragaman, populasi