Abstract :
Limbah industri banyak macamnya, tergantung bahan baku dan proses yang
digunakan masing-masing industri. Salah satu masalah yang paling mengganggu
dari limbah industri adalah kandungan logam berat yang berlebih. Kandungan
logam berat yang berlebih akan menganggu dan menurunkan kadar populasi
mikroorganisme yang ada di dalam tanah. Kelebihan kandungan logam berat
seperti Cu dan Zn tanah diduga dapat diatasi dengan cara penerapan biochar.
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari populasi mikroorganisme pada tanah
Sidosari Lampung Selatan 25 tahun pascaperlakuan limbah industri berlogam
berat dan mempelajari pengaruh biochar terhadap populasi mikroorganisme tanah
pada tanah tercemar logam berat.
Penelitian ini dilakukan dari Mei ? Oktober 2021. Contoh tanah diambil dari
petak percobaan yang terletak di Desa Sidosari, Kecamatan Natar, Lampung
Selatan, yang telah dibuat pada Juli 1998. Analisis populasi mikroorganisme
dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Tanah dan Laboratorium Bioteknologi,
Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Percobaan disusun secara faktorial
dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) menggunakan dua
faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah jenis tanah tiga buah yaitu tanah
dengan perlakuan limbah industri, tanpa kompos, dan tanpa kapur yaitu S0 =
limbah industri 0 Mg ha-1, tanpa kompos, dan tanpa kapur, S1 = limbah industri 15
Mg ha-1, tanpa kompos, dan tanpa kapur; S2 = limbah industri 60 Mg ha-1, tanpa
biochar, dan tanpa kapur. Faktor yang kedua yaitu biochar, B0 = biochar 0 Mg ha-
1, B1 = biochar 5 Mg ha-1, dan B2 = biochar 10 Mg ha-1.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungi yang terdapat dalam tanah penelitian
adalah Aspergillus sp. dan bakteri yang terdapat dalam tanah penelitian adalah
Pseudomonas sp. Fungi tanah meningkat dengan meningkatnya logam berat yang
berasal dari limbah industri dan pemberian dosis biochar. Sedangkan bakteri
menurun dengan meningkatnya logam berat berat yang berasal dari limbah
industri dan pemberian dosis bochar.
Kata Kunci : Biochar, Mikroorganisme, Bakteri, Fungi, Tembaga dan Seng