Abstract :
Udang vaname merupakan spesies euryhaline sehingga memiliki potensi untuk
dibudidayakan di daerah dengan salinitas rendah yang jauh dari pantai. Permasalahan
yang muncul adalah perbedaan salinitas yang tinggi antara hatchery dengan
tambak salinitas rendah. Oleh sebab itu aklimatisasi secara bertahap dapat diterapkan
pada budi daya udang vaname salinitas rendah. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis kelangsungan hidup dan pertumbuhan udang vaname (L. vannamei)
yang dipelihara pada salinitas rendah dengan pemeliharaan dua fase. Rancangan
penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan
(0,6, 3, dan 5 ppt) dan empat kali ulangan. Wadah pemeliharaan menggunakan
kontainer boks dengan volume air 40 L dan padat tebar 1 ekor/L. Penurunan
salinitas dilakukan secara bertahap dari 25 sampai 5 ppt. Lama pemeliharaan
30 hari. Parameter performa udang diambil pada awal dan akhir penelitian. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pengaruh salinitas media berbeda nyata terhadap
tingkat kelangsungan hidup (P < 0,05), tetapi tidak berbeda nyata terhadap pertumbuhan
(P > 0,05) udang vaname (L. vannamei) yang dipelihara pada salinitas
rendah dengan dua fase pemeliharaan.
Kata kunci : Aklimatisasi, kelangsungan hidup, pertumbuhan, salinitas rendah,
udang vaname.
Pacific white shrimp is a species of euryhaline so it has the potential to be cultivated
in areas with low salinity far from the coast. The problem is the difference
in high salinity between hatchery and low salinity ponds. Therefore, gradual acclimatization
can be applied to low-salinity pacific white shrimp cultivation. This
study aimed to analyze the survival rate and growth of a pacific white shrimp (L.
vannamei) at low salinity with two-phase rearing. The research design was a
complete randomized design (CRD) with three treatments (0.6, 3, and 5 ppt) and
four replicates. The culture usesed box container with a water volume of 40 L and
a stocking density of 1 shrimp/L. The decrease in salinity was carried out gradually
from 25?5 ppt. The duration of culture was 30 days. Parameters were taken at
the beginning and end of the study. The results showed that media salinity had a
significantly different on survival rate (P < 0.05) but, did not apparent growth (P >
0.05) pacific white shrimp (L. vannamei) were reared at low salinity with the twophase
cultured.
Keywords : Acclimation, survival rate, growth, low salinity, and pacific white
shrimp.