Abstract :
Serangan organisme pengganggu tanaman menurunkan produksi tanaman global
hingga 40 %, sehingga menyebabkan kerugian bagi petani. Jika hal ini
berkelanjutan maka akan menimbulkan dampak tidak baik bagi perekonomian dan
ketahanan pangan negara. Salah satu upaya peningkatan produksi dapat dilakukan
melalui sistem pengendalian hama terpadu (PHT) (FAO, 2022). Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui tingkat adopsi petani dalam pengendalian hama
terpadu tanaman padi sawah, mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan
tingkat adopsi petani dalam pengendalian hama terpadu tanaman padi sawah,
mengetahui hubungan antara tingkat adopsi petani dengan tingkat produktivitas
tanaman padi sawah, dan mengetahui kategori adopter petani dalam pengendalian
hama terpadu tanaman padi sawah. Analisis data yang digunakan yaitu deskriptif
kuantitatif, penyajian data ini dimaksudkan untuk mengategorikan dan
mengungkapkan informasi-informasi penting mengenai tingkat adopsi petani
dalam PHT dan pengaruhnya dengan produktivitas tanaman padi sawah.
Responden diambil dengan menggunakan metode sensus, yaitu seluruh petani
anggota KWT Rukun Jaya. Tingkat adopsi petani dalam PHT tergolong dalam
kategori sedang, dengan kata lain petani belum sepenuhnya mengadopsi PHT.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat adopsi petani dalam PHT yaitu
tingkat kosmopolitan, intensitas penyuluhan, dan dukungan kelembagaan.
Tingkat adopsi petani dalam PHT berhubungan dengan produktivitas tanaman
padi dan seluruh petani termasuk dalam golongan penganut dini atau early
majority.
Kata kunci: Adopsi, padi, PHT, petani, SL-PHT
Pest attacks on plants reduce global crop production by up to 40%, causing losses
for farmers. If this continues, it will have an adverse impact on the country's
economy and food security. One effort to increase production can be done through
an integrated pest control (IPM) system (FAO, 2022). This research aims to
determine the level of farmer adoption in IPM for lowland rice crops, knowing the
factors related to the level of farmer adoption in integrated pest control for
lowland rice crops, knowing the relationship between the level of farmer adoption
and the level of productivity of lowland rice plants and knowing the categories of
farmer adopters in integrated pest control for lowland rice plants. The data are
analyzed quantitative descriptively, the presentation of this data is intended to
categorize and reveal important information regarding the level of farmer IPM
pest management and its influence of the productivity of rice crops. Respondents
were taken using the census method, namely all farmers who were members of
KWT Rukun Jaya. The level of farmer adoption of IPM is in the medium category,
in other words farmers?s have not fully adopted IPM. Factors related to the level
of farmer adoption in IPM are cosmopolitan level, intensity of extension, and
institutional support. The level of farmer adoption in IPM is related to the
productivity of rice plants and all farmers are included in the early majority
group.
Key words: Adoption, rice, IPM, farmers, SL-PHT