Abstract :
Dimetil Eter (DME) merupakan zat kimia yang dapat digunakan sebagai pengganti LPG
(Liquified Petroleum Gas), biodiesel, CFC (Chlorofluorocarbon), prekursor untuk
produksi dimetil sulfat dan asam asetat, refrigerant dan pelarut untuk ekstraksi komponen
organik. DME umumnya dihasilkan dari reaksi dehidrasi Metanol dengan katalis Alumina.
Akan tetapi penyediaan DME dalam negeri masih mengandalkan impor, sehingga peluang
untuk didirikannya pabrik DME memiliki prospek yang bagus. Penyediaan utilitas pabrik
berupa sistem pengolahan dan penyediaan air serta penyedia udara dan instrumentasi.
Kapasitas produksi pabrik DME direncanakan sebesar 40.000 ton/tahun dengan 330 hari
kerja dalam 1 tahun. Lokasi pabrik direncanakan didirikan di Kota Bontang, Kalimantan
Timur. Tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 164 orang dengan bentuk badan usaha
Perseroan Terbatas (PT) dengan struktur organisasi line dan staff.
Dari analisis ekonomi diperoleh:
Fixed Capital Investment (FCI) = Rp759.293.495.512
Working Capital Investment (WCI) = Rp84.365.943.945
Total Capital Investment (TCI) = Rp843.059.439.458
Break Even Point (BEP) = 55,27%
Shut Down Point (SDP) = 20,76%
Pay Out Time before taxes (POT)b = 3,058 tahun
Pay Out Time after taxes (POT)a = 3,551 tahun
Return on Investment before taxes (ROI)b = 20,44%
Return on Investment after taxes (ROI)a = 16,35%
Discounted cash flow (DCF) = 32,71%
Berdasarkan hasil analisis diatas, maka pendirian pabrik DME ini layak untuk dikaji lebih
lanjut, karena merupakan pabrik yang menguntungkan dari sisi ekonomi dan mempunyai
prospek yang relatif baik.