Abstract :
Pulau Sebatik merupakan salah satu dari 92 pulau kecil yang berada di
bagian terluar Kalimantan Utara, dan berbatasan langsung dengan Malaysia.
Letak Pulau Sebatik berada di perbatasan Indonesia dan Malaysia menjadikannya
Kawasan yang sangat strategis. Karena potensi sumber daya alamnya yang kaya.
Wilayah negara telah menjadi sebuah unsur mahal bagi negara sebagai unsur
pembentukan negara. Hal inilah yang kemudian membuat negara menjadi saling
memperebutkan wilayah negara. Pada masa sekarang negara tidak lagi boleh
untuk melakukan Tindakan penjajahan dengan model atau alasan apapun. Namun,
dunia sekarang di hadapkan dengan hal yang sama namun di bungkus dengan cara
yang berbeda yaitu perebutan wilayah dengan dasar belum tersepakatinya batas
wilayah negara.
Dengan memanfaatkan celah-celah dalam sebuah peraturan atau hukum
internasional maka negara dapat dengan legal memperebutkan wilayah. Yang
dalam kasus ini Indonesia dan Malaysia memperebutkan pulau sebatik. Penelitian
ini bertujuan untuk menjelaskan apa saja faktor internal dan eksternal yang
mendasari faktor pendorong dan penghambat dalam upaya penyelesaian
perundingan outstanding boundary problem (OBP) antar Indonesia ? Malaysia :
Studi kasus pulau sebatik. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur
dengan data yang dikumpulkan melalui buku, portal berita dan jurnal yang di olah
dengan metode analisis SWOT.
Sehingga di dapatkan faktor pendorong dan penghambat dalam proses
penyelesaian masalah outstanding boundary problems. Hasil dari penelitian ini di
dapatkan bahwa permasalahan batas wilayah antar Indonesia ? Malaysia ini
sangat sulit terselesaikan di karenakan banyaknya hambatan dalam proses
penyelesaian nya. Meskipun pada akhirnya pada tahun 2023 sudah mulai
memiliki titik terang dalam penyelesaian OBP segmen pulau sebatik ini.
Kata kunci: Outstanding Boundary Problem (OBP), SWOT analisis, Indonesia,
Malaysia
Sebatik Island is one of 92 small islands located in the outermost part of
North Kalimantan, and directly borders Malaysia. The location of Sebatik Island
on the border of Indonesia and Malaysia makes it a very strategic area. Because of
its rich natural resource potential. State territory has become an expensive element
for the state as an element of state formation. This is what then makes countries
fight over each other's territory. Nowadays, countries are no longer allowed to
carry out colonial actions for any model or reason. However, the world is now
faced with the same thing but packaged in a different way, namely territorial
struggles based on the lack of agreement on national territorial boundaries. By
exploiting loopholes in international regulations or law, countries can legally fight
over territory. In this case, Indonesia and Malaysia are fighting over Sebatik
Island. This research aims to explain what internal and external faktors underlie
the driving and inhibiting faktors in efforts to resolve the outstanding boundary
problem (OBP) negotiations between Indonesia - Malaysia: Case study of Sebatik
Island. This research uses a literature study method with data collected through
books, news portals and journals processed using the SWOT analysis method. So
that we can get the driving and inhibiting faktors in the process of solving
outstanding boundary problems. The results of this research show that the
territorial boundary problem between Indonesia and Malaysia is very difficult to
resolve because of the many obstacles in the resolution process. Although in the
end, in 2023, there will be a bright spot in completing the OBP for the Sebatik
Island segment.
Kata kunci: Outstanding Boundary Problem (OBP), SWOT Analysis Method,
Indonesia, Malaysia