Abstract :
Tujuan penelitian untuk mengetahui pola asuh anak pada masyarakat desa satelit
di Lampung, budaya remaja di perkotaan yang masuk ke desa,pola pengasuhan
orang tua, perubahan yang terjadi di dalam pengasuhan keluarga masyarakat desa
satelit, serta masa depan seperti apa yang diharapkan oleh orang tua pada keluarga
di desa satelit terhadap anaknya. Desa satelit perlu diteliti karena letak desa satelit
yang berada dipinggir perkotaan memiliki campuran budaya desa dan kota serta
mempunyai potensi untuk menjadi bagian penting dari suatu wilayah metropolitan.
Penulis menggunakan teori akil balig Margaret Mead tahun 1920 dan teori nilainilai
keluarga
Hildred
Geertz
tahun
1985
sebagai
landasan
teori
pada
penulisan
ini.
Hasil
penelitian menunjukan bahwa keluarga-keluarga desa satelit masih
mengkhawatirkan budaya kota yang masuk ke desa, karena kota merupakan tempat
anak mereka bermain serta bersosialisasi. Mengetahui cara masyarakat desa dalam
mengatasi pergaulan yang ditolak serta diterima oleh keluarga masyarakat desa
satelit. Pola pengasuhan yang diterapkan keluarga di desa satelit dalam mengasuh
anaknya yakni selalu berkomunikasi dan terbuka dengan orang tua, membantu
pekerjaan orang tua, tidak berperilaku boros. Kemudian perubahan yang terjadi di
dalam pengasuhan keluarga masyarakat desa satelit didasari karena adanya faktorfaktor
perkembangan
teknologi,
gaya
berpakaian,
gaya
berbicara, berikut dengan
masa depan yang diharapkan oleh orang tua pada keluarga-keluarga di desa satelit
Kata Kunci: keluarga, pola asuh, desa satelit
The purpose of the study was to find out the parenting patterns of children in
satellite village communities in Lampung, the culture of adolescents in urban areas
who enter the village, parenting patterns, changes that occur in the family care of
satellite village communities, and what kind of future is expected by parents in
families in satellite villages for their children. Satellite villages need to be studied
because the location of satellite villages on the edge of urban areas has a mixture
of rural and urban culture and has the potential to become an important part of a
metropolitan area. The author uses Margaret Mead's 1920 coming of age theory
and Hildred Geertz's 1985 family values theory as the theoretical basis for this
paper. The results show that satellite village families are still concerned about city
culture entering the village, because the city is where their children play and
socialize. Knowing how villagers cope with the socialization that is rejected and
accepted by the families of satellite village communities. The parenting patterns
applied by families in satellite villages in raising their children are always
communicating and being open with parents, helping parents' work, not behaving
extravagantly. Then the changes that occur in the family upbringing of satellite
village communities are based on the factors of technological development, style
of dress, style of speech, along with the future expected by parents in families in
sateli villages.
Keywords: family, parenting, satellite village