Abstract :
Radikal bebas dapat memberikan efek penurunan kualitas spermatozoa akibat peningkatan Reactive Oxygen Species (ROS) pada sperma sehingga dapat mengganggu proses spermatogenesis. D-Galaktosa adalah salah satu pemicu meningkatnya ROS penyebab terjadinya stres oksidatif. Pengendalian stres oksidatif dapat menggunakan obat herbal
seperti daun kersen. Daun kersen memiliki senyawa aktif berupa alkaloid, saponin, fenolik,
flavonoid, asam askorbat, dan tanin yang memiliki aktivitas antioksidan yang baik untuk
mendukung spermatogenesis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas ekstrak
daun kersen (Muntingia calabura L.) terhadap spermatozoa mencit (Mus musculus L.)
setelah diinduksi D-Galaktosa. Pelaksanaan penelitian ini dimulai pada bulan September ?
November 2023 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terbagi dalam 5
kelompok perlakuan. Setiap perlakuan menggunakan 5 ekor mencit yaitu kontrol (K0),
kontrol negatif (K-) diinduksi D-Galaktosa 150 mg/kgBB, perlakuan 1 (P1) diinduksi D?Galaktosa 150 mg/kgBB dan ekstrak daun kersen 35 mg/kgBB, (P2) diinduksi D-Galaktosa
150 mg/kgBB dan ekstrak daun kersen 70 mg/kgBB, dan (P3) diinduksi D-Galaktosa 150
mg/kgBB dan ekstrak daun kersen 105mg/kgBB selama 35 hari. Setelah dianalisis secara
statistik menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) menunjukkan bahwa jumlah,
viabilitas, motilitas, dan morfologi spermatozoa normal meningkat setelah pemberian
ekstrak daun kersen dengan dosis 105 mg/kgBB setelah diinduksi penuaan.
Kata Kunci: Daun kersen, Reactive Oxygen Species (ROS), Stres oksidatif