Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk kekerasan dalam
pacaran yang dialami korban, faktor-faktor internal yang menyebabkan
perilaku kekerasan dalam pacaran spesifiknya, dan dampak kekerasan dalam
pacaran saat menjalin kembali hubungan romantis dengan lawan jenis.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan
studi kasus melalui observasi dan wawancara mendalam. Data penelitian
diperoleh dari enam orang informan, yaitu tiga informan utama dan tiga orang
informan pendukung.
Peneliti menggunakan teori Tindakan Sosial Max Weber sebagai landasan
teori pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, bentuk
kekerasan yang dialami korban mahasiswi yaitu, kekerasan fisik, kekerasan
psikologis, dan kekerasan ekonomi. Kedua, faktor internal penyebab perilaku
kekerasan dalam berpacaran, yaitu ketidakmampuan menahan emosi dan
adanya perasaan cemburu. Ketiga, dampak kekerasan dalam berpacaran yang
membuat korban enggan untuk menjalin kembali hubungan romantis lagi
dengan lawan jenis, yaitu merasa masih belum siap untuk menjalin kembali
hubungan romantis dengan lawan jenis karena takut akan mendapat tindak
kekerasan seperti yang pernah dialami sebelumnya, serta merasa sulit untuk
menerima orang baru karena merasa dirinya tidak layak dicintai.
Kata Kunci: Kekerasan dalam berpacaran, Korban, Mahasiswi