Abstract :
Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronik
dengan prevalensi yang terus meningkat. DM yang tidak terkontrol dapat menyebabkan berbagai komplikasi, salah satunya adalah nefropati diabetik yang dapat berkembang menjadi Chronic Kidney Disease (CKD). DM merupakan
penyebab tertinggi kedua terjadinya CKD.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional. Data penelitian diambil dari rekam medis pasien DM tipe 2 dengan komplikasi CKD yang melakukan pengobatan di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung pada tahun 2021-2022. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 105 pasien. Analisis statistik yang digunakan adalah uji Chi square dengan uji
Kolmogorov-Smirnov dan uji Kruskal-Wallis sebagai alternatifnya.
Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara usia dengan derajat CKD pada pasien DM tipe 2 (p=0,006), terdapat hubungan antara durasi menderita DM tipe 2 dengan derajat CKD pada pasien DM tipe 2 (p=0,000), terdapat hubungan antara pilihan terapi dengan derajat CKD pada pasien DM tipe 2 (p=0,040), dan terdapat hubungan antara kadar HbA1c dengan derajat CKD pada
pasien DM tipe 2 (p=0,001).
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara usia, durasi menderita DM tipe 2, pilihan terapi, dan kadar HbA1c dengan derajat CKD pada pasien DM tipe 2 yang melakukan pengobatan di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung pada tahun 2021-2022.
Kata kunci: Derajat CKD, Diabetes Melitus Tipe 2