Abstract :
Penebangan liar masuk kedalam tindak pidana lingkungan hidup, penegakan
hukum lingkungan masih sangat lemah hal ini disebabkan oleh struktur dan budaya
hukum yang lemah. Maka Mahkamah Agung mengeluarkan SKKMA Nomor
134/KMA/SK/IX/2011 yang menyatakan bahwa segala perkara lingkungan harus
diadili oleh hakim yang memiliki sertifikat hakim lingkungan hidup. Ini dilakukan
untuk meningkatkan efisiensi penanganan perkara lingkungan hidup di pengadilan
Negeri. Keharusan perkara lingkungan hidup untuk diadili oleh hakim yang
memiliki sertifikasi hakim lingkungan hidup mengalami kendala terutama di
daerah. Banyak daerah masih belum memiliki hakim yang bersertifikasi
lingkungan, sedangkan perkara lingkungan hidup banyak ditemukan di daerah.
Contohnya yang terjadi di wilayah hukum Pengadilan Negeri Liwa pada perkara
nomor 79/Pid.B/LH/2022/PN Liw. Pada penelitian ini penulis merumuskan dan
menjadikan fokus penelitian untuk memahami bagaimana pengaturan sertifikasi
hakim lingkungan hidup dan penerapannya pada Pengadilan Negeri Liwa serta apa
yang menjadi dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan dalam
putusan nomor 79/Pid.B/LH/2022/PN Liw
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian hukum normatif.
Penelitian hukum normatif menganalisis hukum yang tertulis berdasarkan literatur,
undang-undang, atau bahan bacaan yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.
Dalam hal ini, dokumen dan peraturan yang berkaitan dengan sertifikasi hakim
lingkungan hidup.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan kompetensi mengadili suatu perkara
di pengadilan yang tidak memiliki hakim dengan sertifikasi maka ketua atau wakil
ketua pengadilan memiliki wewenang untuk mengadili atau menunjuk hakim senior
untuk mengadili perkara lingkungan hidup. Pengadilan Negeri Liwa saat mengadili
perkara lingkungan menggunakan Majelis Hakim yang diketuai oleh hakim dengan
sertifikasi dan Majelis Hakim yang diketuai oleh hakim yang menjabat sebagai
Wakil Ketua meski tidak memiliki sertifikasi hakim lingkungan hidup. Dalam
perkara nomor 79/Pid.B/LH/2022 tindakan terdakwa telah terbukti melanggar
dakwaan alternatif kesatu dan penjatuhan pidana selama 1 (satu) dan 2 (dua) bulan penjara telah memenuhi aspek keadilan. Penulis sependapat dengan putusan hakim
bahwa terdakwa terbukti memenuhi dakwaan kesatu dan hukuman terhadap
terdakwa telah sesuai berdasarkan pertimbangan hal memberatkan dan
meringankan.
Pada penelitian ini penulis menyarankan terkait pihak terkait dapat meninjau
kembali persyaratan administrasi hakim lingkungan hidup karena dapat
menghambat penegakan hukum lingkungan di daerah terutama di Pengadilan
Negeri Kelas II. Serta masyarakat dapat mematuhi peraturan perundang-undangan
yang berlaku terutama perihal penebangan liar dan masyarakat harus turut serta
bersama pemerintah ikut menjaga dan melestarikan lingkungan.
Kata Kunci : Penebangan Liar, Sertifikasi Hakim, Pertimbangan Hakim
Illegal logging is an environmental crime, environmental law enforcement is still
very weak, this is due to a weak legal structure and culture. So the Supreme Court
issued SKKMA Number 134/KMA/SK/IX/2011 which states that all
environmental cases must be tried by a judge who has an environmental judge
certificate. This is done to increase the efficiency of handling environmental cases
in District Courts. The requirement for environmental cases to be tried by judges
who have environmental judge certification has experienced problems, especially
in the regions. Many regions still do not have environmentally certified judges,
while environmental cases are often found in the regions. For example, what
happened in the jurisdiction of the Liwa District Court in case
number79/Pid.B/LH/2022/PN Liw. In this research, the author formulated and
made the focus of the research to understand how environmental judge certification
is regulated and its application at the Liwa District Court as well as what is the basis
for the judge's considerations in handing down decisions in decision
number79/Pid.B/LH/2022/PN Liw
In this research the author uses normative legal research methods. Normative legal
research analyzes written law based on literature, laws, or reading materials related
to the problem being studied. In this case, documents and regulations relating to the
certification of environmental judges.
Based on the results of the research and discussion of competency to try a case in a
court that does not have a certified judge, the chairman or deputy chairman of the
court has the authority to hear or appoint a senior judge to try environmental cases.
When adjudicating environmental cases, the Liwa District Court uses a Panel of
Judges chaired by a certified judge and a Panel of Judges chaired by a judge who
serves as Deputy Chair even though he does not have environmental judge
certification. In case number 79/Pid.B/LH/2022 the defendant's actions have been
proven to violate the firs