Abstract :
Strategi pengolahan data yang diterapkan pada pengamatan GPS kinematik adalah
dengan melakukan proses pengurangan data pengamatan GPS antara titik pantau
dengan stasiun referensi pada waktu bersamaan. Diharapkan dengan strategi ini,
kesalahan dan bias dari data dapat dieliminasi dan direduksi. Selain itu, dengan
memanfaatkan sejumlah stasiun monitor, dimungkinkan untuk menentukan
parameter berbagai kesalahan bias (seperti orbit, ionosfer, dan troposfer) yang
selanjutnya dapat digunakan untuk meningkatkan akurasi penempatan titik. Tujuan
penelitian ini dilakukan untuk menganalisa tingkat ketelitian posisi suatu objek
pengamatan.
Data yang digunakan adalah data pengamatan kinematik short baseline yang
direkam dengan lintasan berbentuk lingkaran dengan interval perekaman 1 detik,
selain itu juga digunakan pengamatan statik sebagai titik ikat dengan panjang
baseline < 10 km. Pengolahan data kinematik dilakukan dengan menggunakan
GAMIT TRACK. Analisa yang digunakan terhadap hasil yang diperoleh adalah
metode RMSE (Root Mean Square Error), hal ini digunakan untuk melihat
ketelitian jarak yang dihasilkan berdasarkan jumlah titik ikat yang digunakan.
Dari penelitian ini diperoleh hasil Semakin banyak titik ikat yang digunakan, maka
nilai RMSE (Root Mean Square Error) yang dihasikan semakin kecil, hal ini
menunjukkan bahwa jumlah titik yang digunakan dapat mempengaruhi ketelitian
yang dihasilkan. Nilai ketelitian yang dihasilkan pada penelitian ini berada pada
orde sentimeter (cm). Hal tersebut dapat dilihat dari nilai RMSE, yaitu terbesar
adalah 8,476 cm pada penggunaan 1 titik ikat di stasiun pengamatan TNMP dan
yang terkecil adalah sebesar 2,694 cm pada penggunaan 4 titik ikat di stasiun
pengamatan GGMA.
Kata kunci : kinematik, RMSE, short baseline, GAMIT TRACK, GPS
The data processing strategy applied to kinematic GPS observations is to carry out
the process of reducing GPS observation data between monitoring points and
reference stations at the same time. It is hoped that with this strategy, errors and
bias from the data can be eliminated and reduced. In addition, by utilizing a number
of monitoring stations, it is possible to determine the parameters of various
refractive errors (such as orbit, ionosphere, and troposphere) which can then be used
to improve the accuracy of point placement. This research aimed to analyze the
level of accuracy of the position of an observation object. The data used is short
baseline kinematic observation data recorded using a circular track with a recording
interval of 1 second, apart from that, static observations are also used as tie points
with a baseline length of <10 km. Kinematic data processing is carried out using
GAMIT TRACK. The analysis used for the results obtained is the RMSE (Root
Mean Square Error) method, this is used to see the accuracy of the resulting distance
based on the number of tie points used. From this research, the results obtained are
that the more tie points used, the smaller the RMSE (Root Mean Square Error) value
produced, this shows that the number of points used can influence the resulting
accuracy. The accuracy values produced in this study are on the order of centimeters
(cm). This can be seen from the RMSE value, namely the largest is 8,476 cm when
using 1 tie point at the TNMP observation station and the smallest is 2,694 cm when
using 4 tie points at the GGMA observation station.
Keywords: kinematics, RMSE, short baseline, GAMIT TRACK