Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mitigasi banjir rob melalui
penanaman mangrove berbasis masyarakat di Desa Gebang Kecamatan Teluk
Pandan Kabupaten Pesawaran. Subjek atau informan dalam penelitian ini adalah 6
orang masyarakat, 1 orang pengelola kawasan konservasi dan 3 orang aparatur
Desa Gebang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
metode kualitatif. Pengambilan data menggunakan teknik observasi, wawancara
dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Desa Gebang memiliki tingkat
kerawanan banjir rob yang berbeda-beda. Wilayah yang masuk kategori sangat
rawan seluas 147,53 hektar atau sekitar 10,69% dari luas keseluruhan. Sementara
untuk kategori rawan, luas wilayah terdampak seluas 422,27 hektar atau sekitar
30,60% dari luas wilayah. Kemudian kategori wilayah cukup rawan dengan luas
wilayah terdampak sebesar 516,66 hektar atau sekitar 37,44% dari luas wilayah.
Untuk kategori kurang rawan, luas wilayah sebesar 255,96 hektar atau sekitar
18,55% dari luas wilayah. Selanjutnya untuk kategori wilayah tidak rawan dengan
luas wilayah sebesar 37,24 hektar atau sekitar 2,69% dari jumlah keseluruhan luas
wilayah. Upaya mitigasi terhadap banjir rob sangat perlu dilakukan sebab banjir
rob ini terjadi setiap tahun. Beberapa upaya mitigasi yang dilakukan oleh
masyarakat Desa Gebang untuk menanggulangi banjir rob diantaranya
membangun tanggul pembatas antara sungai dan permukiman, membangun talut,
meninggikan pondasi rumah dan menanam mangrove di wilayah-wilayah yang
rentan terhadap banjir rob. Hutan bakau dapat menurunkan gelombang badai
hingga setengah meter per kilometer dari hutan bakau yang dilalui. Tinggi angin
dan gelombang menurun 13-16 persen dalam 100 meter hutan mangrove.
Mangrove mampu menstabilkan endapan sedimen lumpur baik melalui
pertumbuhan aktif dan pengendapan bahan organik maupun dengan menjebak
sedimen.
Kata kunci : banjir rob, mitigasi dan penanaman mangrove